Tertawa, begitu mudahnya diucapkan, namun begitu sulitnya dilakukan. Apalagi ditengah himpitan kesibukan pekerjaan, macetnya perjalanan, susahnya kehidupan dan permasalahan kepribadian lainnya. Mungkin itu pula alasan mulai bermunculannya klub-klub tertawa bagi mereka yang memang tak sempat dan sulit untuk tertawa.
Namun hal ini tidak berlaku bagi si-bapak yang tidak sengaja saya jumpai, berwajah brewokan, ber-penampilan acak-acakan, telanjang dada dan rambut ala bob marley ini, dia selalu tertawa, kadang tersenyum dan tertawa lagi, bahkan mungkin non-stop selama 24 jam. Ya dialah orang gila yang sempat menyita perhatian saya ketika pulang kerja sore tadi.
Wajah kusutnya begitu berseri ketika dia mulai tertawa, bahkan kotornya penampilan dan cercaan orang-orang larut dalam renyahnya tawa. Rasanya hidup yang dia lalui tanpa beban, begitu indahnya hingga dia-pun tak bisa berhenti tertawa. Dia tidak sempat memikirkan makan, minum, tempat tinggal, apalagi memikirkan harga BBM, pemilu, calon-calon legislatif dan tentunya karma plurk. Hal ini membuat saya yang sengaja menyaksikan tanpa sadar pun ikutan tertawa melihat tingkahnya. Dia menari-menari, meliuk-liuk sambil memejamkan mata, bagaikan balerina dengan begitu PD-nya, bahkan orang yang waraspun untuk mencapai tingkat PD sepertinya harus membutuhkan pil gila sebagai pemicunya, namun tidak bagi si Bapak gila ini, dia dengan bebas mengekspresikan gayanya. Dasar gila.
Sambil tertawa dan tersenyum sendiri (mulai gila) saya berpikir, orang gila saja dengan segala tingkah laku dan renyahnya tawa bisa menularkan kegembiraan seperti ini, kenapa banyak orang waras jangankan menularkan kegembiraan pada sesama, bahkan untuk tertawa saja sering tidak sempat dan bahkan tidak bisa. Jangankan menebar kegembiraan kepada orang lain, menggembirakan diri sendiri pun kita yang mengaku waras ini sering kekurangan waktu.





![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang….
Aduh. Toean bikin saya ge er pagi ini. Kata Emha Ainun Nadjib, manusia butuh gila untuk mewaraskan diri. Tertawa, sebuah ekspresi ketika logika sudah tak lagi lurus digunakan. Logika yang tak lurus, jika tak gila, maka ia disengaja. Jika itu terjadi, maka muncul lawakan. Lawakan bernas, tetaplah kritik sosial, bukan kritik individu apalagi fisik.
Tertawa Seperti orang yg tak waras terkadang punya manfaat plus minus untuk orang itu sendiri n sekitarnya karna dengan tertawa seseorang bisa melupakan sejenak beribu masalah yg ada dalam jiwa n pikiran nya,dengan tertawa or tersenyum orang disekeliling kitapun akan turut merasa senang,dan tersenyum untuk oranglain itu berpahala,tp jangan tertawa tanpa sebab yg jelas mas,nanti bukan membuat orang sekeliling kita senang malah membuat mereka takut akan sikap kita.
tks.
tertawa itu sehat….
mungkin bapak itu justru telah memasuki tahap ‘beautiful life’ entahlah
mari tertawa avar, setidaknya senyum
senyum meluruskan hal2 yg bengkok hehe
Jadi, siapa yang lebih tidak waras? >.<
wah komentarnya padat semua jadi saya ucapkan
selamat sukses selalu ya…….
Tertawanya dia itu namanya tertawa patologis Da…
Jangan di tiru ya Da,…hehehehe…
Tertawalah yang sehat, okeh???
indah ya jadi orang gila, ga perlu pusing-pusing mikirin hidup yang makin awut-awutan.
kesimpulan: kalo mo idup tanpa beban jadilah orang gila
Keep Blogging…
i miss u
kemana saza bang?
salam hangat selalu
kalau saya sering ketawa2 gak jelas sendiri…. temen2 sering nanyain, kenapa lu ketawa2 sendiri cat? hahaha
hayuu tertawa!!!!!!!
yuhu,..
tertawa itu bikin awet muda…
hidup tertawa..!!!!
huakakakakakakakakakakakakka…….
hanya tertawa obat jiwa dan raga yg tak pernah mengalami kenaikan harga.
YiiiHHHaaaaaa….
walaupun kehidupan si bapak kelihatan menyenangkan karena bungkusan tawanya, saya nggak tertarik bertukar peran tuh, da.
Halo Bro avartara, maap lama gak berkunjung sibuk nyiapin buku
,
ak suka ama analogimu dalam cerita ini dalam menyikapi dan melihat sisi dunia lain, makin berbobot aja tulisan mu Bro!
salam buat keluarga
“tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”
Wah…. banyak juga loh anggota DPR kita yang tabiatnya juga tak kalah dengan orang tua tersebut, bikin kita “tertawa”….. hehehe……
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang
)
Hihihi..
Susah ketawa ya mas?
Kalo aq gampang banget untuk ktawa.
Klo butuh ketawa, tanyain aq ajah.
Aq pnya banyak stock ktawa kok..=p