Tertawa, begitu mudahnya diucapkan, namun begitu sulitnya dilakukan. Apalagi ditengah himpitan kesibukan pekerjaan, macetnya perjalanan, susahnya kehidupan dan permasalahan kepribadian lainnya. Mungkin itu pula alasan mulai bermunculannya klub-klub tertawa bagi mereka yang memang tak sempat dan sulit untuk tertawa. Namun hal ini tidak berlaku bagi si-bapak yang tidak sengaja saya jumpai, berwajah brewokan, ber-penampilan acak-acakan, telanjang dada dan rambut ala bob marley ini, dia selalu tertawa, kadang tersenyum dan tertawa [...]





![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)
