Posts Tagged ‘bank indonesia’



20
Jan

Produk “TabunganKu” dan Nasib Bank-Ku

Dalam menyambut pencanangan tahun 2010 sebagai “Tahun Menabung Nasional”, Bank Indonesia sebagai regulator perbankan Indonesia memfasilitasi terbentuknya suatu produk tabungan bersama yang disebut dengan “TabunganKu”.

Secara filosofi, “TabunganKu” merupakan suatu produk tabungan untuk nasabah perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh Bank-bank di Indonesia (bagi yang berminat) guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Bank Indonesia sebagai bank sentral Negara Republik Indonesia, selain sebagai wujud kepedulian sosial perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk tabungan yang tidak dibebani biaya administrasi, produk tabungan ini juga disinyalir dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya menabung.

Jika kita bandingkan dengan tujuan Bank Indonesia sebagai bank sentral, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui tiga pilar utama 1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, 2) mengatur dan menjaga sistem pembayaran dan 3) mengatur dan mengawasi bank, penawaran produk “TabunganKu” untuk perbankan Indonesia masuk dalam fungsi Bank Indonesia yang mana?

Click to continue…

10
Sep

Implikasi Kenaikan BI Rate

Secara beruntun dimulai dari bulan Mei 2008, BI rate mengalami kenaikan rata-rata 25 bp perbulan. Dan pada tanggal 04 September yang lalu, BI rate telah tercatat sebesar 9,25%. Salah satu pemicu kenaikan ini adalah perkembangan inflasi ditahun 2008 yang meningkat cukup signifikan. Sampai dengan Agustus 2008 inflasi telah mencapai 9,54%, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya yang tercatat sebesar 6,51%.

Click to continue…

27
Jan

Ayo Ke Bank

Sekitar 2010-an bankir (klu ga salah, habis ga sempat ngitungnya tadi) dari 21 Bank yang ada di kota Padang pagi ini berkumpul di Lapangan Imam Bonjol guna memeriahkan hajatan yang bertajuk “ayo Ke Bank”. Suatu tema sentral dalam rangka program edukasi perbankan kepada masyarakat yang di komandoi oleh Bank Indonesia sebagai sang regulatornya bank-bank di Indonesia.

Kegiatan ini diadakan serentak diseluruh Nusantara, dan untuk kota Padang sendiri (yang sempat saya hadiri), kegiatan ini cukup diminati masyarakat karena selain dimeriahkan oleh artis ibu kota (artis ibu kota Provinsi Sumatera Barat maksudnya), dalam acara ini juga dibagikan voucher tabungan gratis dengan total 30 juta rupiah (ya iya lah siapa yang ga mau duit,.ya ga).

Acara ini sendiri di buka oleh Sekdaprov Sumatera Barat (mewakili Gubernur) dan disaksikan Pemimpin BI Padang, Direksi dan Pemimpin Cabang Bank yang ada di kota padang. Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan 2008 buah balon (nah ini pasti infonya, karena yang beli balonnya temen saya,..hehehe) warna warni keudara (moga balonnya bisa menemukan jalan pulang).

Pertamanya seh saya cuma ikutan aja (ga tahu maksudnya), tapi karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke laci kerja saya (nah lho apaan tuh) saya harus cari tahu informasinya. Dan ternyata sodara-sodara sekalian, “Ayo ke Bank” merupakan tema awal yang diangkat untuk mensukseskan suatu program cetak biru edukasi masyarakat di bidang perbankan. Dan cetak biru itu sendiri telah ditanda tangani secara bersama pada Juni 2007 yang lalu. Sebenarnya visi penandatanganan cetak biru ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengelola keuangannya secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada masa mendatang.

Dan untuk mencapai visi dimaksud, maka ditetapkanlah 4 tujuan yang ingin dicapai, yaitu: satu, membangun minat masyarakat pada perbankan dengan mendorong keingintahuan masyarakat terhadap dunia perbankan (ingin tahu manfaat, jenis, fungsi, dan peran bank). Dua, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan jasa bank serta kesadaran akan hak dan kewajibannya sehingga baik nasabah ataupun calon nasabah dapat memilih produk dan jasa bank sesuai dengan kebutuhannya. Tiga, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai aspek kehati-hatian dalam melakukan transaksi keuangan dan terakhir meningkatkan pengenalan terhadap ketersediaan sarana pengaduan dan mekanisme penyelesaian sengketa untuk menyelesaikan permasalahan dengan bank.

Nah sekarang Ayo ke Bank, saya tunggu ya,………kedatangannya…..

Fortis Imaginatio