Srimulyani Dimata Avartara…….
Sungguh besar energi bangsa ini terkuras hanya untuk mengungkap kebenaran dibalik kasus Bank Century yang hingga saat ini “belum (mau)” terungkap jua. Media massa tak henti memborbardir opini masyarakat dengan pemberitaan-pemberitaan, diskusi-diskusi dan analisa-analisa yang kadang dinilai semakin berpihak dan cendrung mengadili.
Memang itu hanya pendapat saya sebagai orang yang bukan apa-apa. Dan tentunya setiap orang bebas memiliki sikap, pro atau kontra maupun tidak berpihak, itu sah-sah saja. Namun jangan menyamaratakan pendapat atas nama rakyat, karena “rakyat” yang diperjuangkan melalui demo-demo dan celoteh para pakar itu bukanlah keseluruhan rakyat, salah satunya saya yang merasa tidak “diperjuangkan” dengan apa yang pendemo dan pakar elukan dan lakukan.
Salah satunya yang sangat marak diperbincangkan dan dicerca habis-habisan layaknya seorang public enemies dan pesakitan adalah DR. Sri Mulyani Indrawati, salah satu “back” tangguh yang menjaga agar gawang perekonomian tidak jebol oleh serangan krisis. Beliau saat ini menjadi bulan-bulanan media massa, diperbincangkan dan didemo bahkan dinistakan dimana-mana, yang mungkin saja sipendemo atau sipenista tidak tahu kenapa mereka menistakan dan mencerca sedemikian rupa. Bisa saja mereka hanya mendapatkan berita sepihak dan “malas” menyelami apa yang sebenarnya mereka caci maki atau malah hal ini dijadikan suatu sumber rezeki.
Sebagai salah satu masyarakat yang terdaftar dari lebih 220 Juta masyarakat Indonesia lainnya, saya sangat prihatin jika hasil akhirnya nanti DR. Sri Mulyani Indrawati-lah yang dinyatakan bersalah atas kebijakan yang telah dikeluarkannya untuk menyelamatkan perekonomian bangsa. Kebijakan yang bisa diperdebatkan salah benarnya namun tidak ada pemikiran jernih yang mampu melihat permasalahan dari pelaksanaan kebijakan tersebut, yaitu bagaimana pendistribusian uang yang 6,7 triliun itu.
Saya sangat prihatin jika nanti dengan data-data yang masih dapat diperdebatkan salah benarnya itu, kita harus kehilangan seorang mentri tangguh yang kepintarannya meracik kebijakan ekonomi diakui oleh dunia bahkan forum sekelas KTT G-20 menunggu pidato ekonomi darinya. Seorang mentri yang mendedikasikan hidupnya untuk negara, bahkan harus memimpin rapat demi penyelamatan ekonomi bangsa disaat ibunda tercintanya Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko meninggal dunia. Semoga kebenaran dapat terungkap dengan sempurna, sehingga tidak ada lagi korban yang harus menderita dan teraniaya.
Bagaimana DR. Sri Mulyani Indrawati dimata sahabat?
Subscribe to the RSS feed and have all new posts delivered straight to you.



![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)
Bendol sih gak tau DR. Sri Mulyani tuh seperti apa. Bendol cuma bisa berharap semua kasus bisa tuntas. Negara kita kaya, tapi kita miskin.
Thanks bro
Salam
Sri Mulyani adalah seorang perempuan yang hebat serta berdedikasi tinggi dengan limpahan tanggung jawab yang diembannya.
Entah kenapa, semakin hari, orang-orang seolah mencari kambing hitam dalam setiap permasalahan. Harus ada seseorang yang dipersalahkan, dan sayangnya, seringkali orang-orang menempuh cara-cara yang keliru…
Duh, sayang banget!
Setuju gan!
Ane juga ga suka sama orang2 yang mengatasnamakan rakyat Indonesia, padahal ga semuanya setuju dengan pendapat yang dikeluarkan oleh orang2 itu! Bu Menteri harus tetap menjadi Menteri Perekonomian kita, karena kinerja beliau yang sangat apik dalam menjaga perekonomian kita supaya tidak ikut goyah karena krisis global!
sangat melelahkan melihat panggung politik negeri ini. uni dah males mengikutinya, kayanya semakin tak karuan. mencaci maki sedang kita tak tahu permasalahan dg jelas, malah akan menambaah energi negatif di negeri ini. mungkin berdoa lebih baik, ya drpd nyerocos ndak karuan kaya para elit di tv.
Sebetulnya yang saya inginkan saat melihat berita adalah kupasan yang lebih sistematis, tak dipenuhi opini sehingga pemirsa lebih tahu bagaimana kondisi sebenarnya.
Tayangan yang ada telah dipenuhi unsur opini publik, politik dan publisitas…dan pendemo pun kalau ditanya juga belum tentu tahu, bahkan tak bisa memikirkan mana yang benar, mana yang salah….
Akibatnya saya suka baca media..males deh nonton TV
edratna´s last blog ..Menunggu itu memang “lelah”
Avartara di mata RINDU
mau diterusin gak nih komen saya?
Mba Ani adalah korban “trial by the Press”. Beberapa Media TV khususnya terlalu banyak menyisipkan “opini” dibalik berita yang terus menerus dipaksakan untuk mempengaruhi pendapat publik.
Kasian rakyat kecil yang gak tau apa2, kemudian ikut terhasut dan terbawa emosi, ikut2an berkomentar mencaci maki orang, yg menurut saya, tidak bersalah.
Saya pernah turut membereskan perbankan nasional disaat krisis ekonomi yang dimulai dari krisis perbankan kita ditahun 1997-1998 lalu. Ada banyak kemiripan persoalan yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan bayar pada Bank Century ini. Integritas para pemilik dan pengawas perbankan itu.
Namun, jika kondisi ekonomi global sedang rawan (diambang krisis) apakah kita akan mengambil resiko dan membiarkan ada api terbakar dirumah kita? Masalah penyebab kebakaran itu tetap HARUS diminta pertanggungjawabannya. Tapi membiarkan rumah kita terbakar, apalagi bisa sampai turut merembet membakar rumah2 tetangga kita adalah sebuah dosa besar.
Perdebatan situasi krisis, dapat berdampaksitemik atau tidak, tidak dapat dinilai sekarang dalam situasi yang sudah relatif aman. Berkomentar memang paling gampang. mengambil keputusan dan menjalankan kebijakan disaat yang diperlukan tidak mudah. Saya memberi APRESIASI yang tinggi saya untuk Mba Ani (demikian saya lebih senang menyebutnya. Sok akrab banget sih lo.. Hahaha
)atas keberaniannya mengambil keputusan menyelamatkan Bank Century. Hal ini TIDAK SAMA artinya dengan membenarkan para pelaku kejahatan perbankan yang merampok bank itu dan yg harusnya mengawasi malah membiarkan hal itu terjadi, atau yang kemudian, jika ada, menyalah gunakan kebijakan itu untuk kepentingan2 lain yg bertentangan dgn hukum. Melihat betapa banyaknya muatan politik dan kepentingan dibalik sebuah hiruk pikuk ini, saya tidak akan heran jika seandainya saat itu keputusannya adalah untuk tidak menyelamatkan Bank Century lalu benar2 terjadi krisis perbankan dan merembet pada krisis ekonomi negara ini, Mba Ani akan tetap disalahkan juga.
So, maju terus Mba Ani. Saya percaya integritas anda..!
*Sebuah pendapat pribadi.
Tapi sepertinya pemerintahan SBY udh mulai mengambil langkah2 balasan lho (yang sepertinya bisa sedikit menguntungkan Sri Mulyani) walopun mungkin langlah2 tsb penuh muatan politis
Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Pelangi Rasa
semua keputusan pasti ada baik buruknya..Dan apakah itu alasan yg sebenarnya atau hanya sekedar pembelaan saya jg nggak bs nilai..
saya mungkin tidak bisa memberikan komentar untuk diskusi ini, namun bagaimanapun juga, setiap orang punya karya baik dan karya buruk, kesalahan dan kebaikannya harus dilihat secara porposional. walau akhirnya akan berat sebelah, semoga tidak malah menjadi menghakimi sendiri.
Mana mas ava??
kok di bola mata mas nggak ada si ibu srinya
Feeling saya, bu Sri Mulyani CLEAN (BUKAN KORUPTOR). Kalau akhirnya dianggap salah dalam mengambil kebijakan, ya namanya saja dianggap. Anggapan itu datangnya dari mana? Kalau dari lawan politik, ya namanya politik, ujung-ujungnya balas dendam dan rebutan pengaruh.
Yang jadi pertanyaan juga sudah habis berapa anggaran yang digunakan oleh pansus Century?
M Mursyid PW´s last blog ..Kreatif: Sederhana, Murah, Hasil Wah
kalu terus diobok2 begini, nanti di masa depan siapa pun yg menduduki post menteri keuangan tidak akan mau mengambil kebijakan yg punya resiko politik, maunya cari aman sendiri saja. Padahal bobrok2 di republik ini sudah banyak sekali yang akut, yang membutuhkan banyak kebijakan yg tidak populer
kalau blue tahu ia sejak tiga tahun yg lalu itu jg dr koran serta tv…heheh
soal permasalahan yg dia dengan suatu kasus semoga bs menjernihkan mana yg sebenarnya yg benar dan salah itu aza keinginan blue…hehehhe
p cabar om
salam hangat dari blue
Ibu Sri Mulyani adalah salah satu Srikandi terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Alangkah lucunya Indonesia “menyerang” orang yang sebenarnya telah melakukan penyelamatan terhadap tanah air ini. Bagi saya, yang harus diserang bukan PION, melainkan RAJAnya! Orang yang seharusnya mempertanggung jawabkan semua ini. Saya yakin semuanya akan terungkap. Maju terus Ibu Sri Mulyani!! Indonesia beruntung memiliki anda!!!
mana tulisan barunya bang…??

ai´s last blog ..Back in 26th