PROMOSI DAN ARISAN
Pagi ini seorang sahabat mengirim pesan melalui SMS, yang secara garis besar isinya menyatakan ketidakpuasannya atas keputusan promosi beberapa rekan se-unit kerjanya. Ketidakpuasan yang bersumber dari hasil penilaiannya secara pribadi terhadap kemampuan rekan-rekan lainnya yang dipromosi. Mulai dari kualitas kerja, pengalaman dalam mengambil keputusan atau pendidikan serta pelatihan yang telah dilewati, semua menjadi indikator suatu ketidakpuasan atas keputusan ini. “Kenapa dia yang harus dipromosi, secara nilai akhir tahun saya yang selalu tertinggi, volume pekerjaanpun masih saya yang miliki” begitu isi penutup SMS sahabat tersebut.
Lalu saya menimpali “udah kamu diskusikan dengan dengan pimpinanmu?” tentunya beliau punya alasan kenapa mereka yang dipromosi bukan kamu?”. Sahabat itu dengan berapi menyikapi “Udah aku bicarakan berulang kali, namun Bosku bilang bahwa aku harus bersabar, semua ada gilirannya. masa promosi didasarkan giliran, emangnya arisan”.
Promosi memiliki hubungan/korelasi yang positif dengan motivasi seorang karyawan. Karyawan akan jauh termotivasi jika didepannya dihadapkan pada jejang karir yang telah terencana. Setiap posisi baru yang ditawarkan tentunya memiliki tantangan yang baru dan layak untuk ditaklukkan, mungkin itu salah satu alasannya kenapa setiap orang menginginkan suatu promosi selain tentunya gaji yang ikut serta mendampingi.
Mengahadapi kenyataan bahwa promosi adalah masalah “giliran”, ini yang merupakan sumber kepahitan. Promosi bukan suatu arisan yang setiap pegawai tinggal menunggu giliran tanpa melakukan apa-apa hanya perlu bersabar saja. Disadari atau tidak, kadang ada faktor subjektiftas pimpinan yang mempengaruhinya. Jika subjektifitas itu berwarna negatif, maka macetlah karir seorang karyawan. Apalagi bagi karyawan yang terkenal karena kevokalannya, suka ngeyel atau bahkan cendrung “urakan”, mungkin ga akan pernah mendapatkan giliran.
Memang promosi juga tak terlepas dari faktor rezeki, kadang apa yang didapatkan belum tentu sesuai dengan apa kita inginkan, tapi yang terpenting adalah jangan menempatkan promosi diatas segala-galanya, sehingga pada saat tidak dipromosi hilanglah semua motivasi diri. Selain itu, perusahaan juga sebaiknya memiliki sistem promosi yang handal, sehingga promosi yang dilakukan memang sesuai dengan keadaan sebenarnya dengan ukuran penilaian yang menghasilkan keputusan yang tepat.
Buat sahabat yang belum juga dipromosi, bersabarlah, engkau bagaikan pohon yang tumbuh jauh didalam hutan, sehingga kekokohan dan keindahanmu tidak tampak dari tepi jalan yang biasa dilalui para pejalan kaki. Sedangkan rekanmu yang dipromosi, bagaikan pohon yang tumbuh ditepi jalan, mereka sangat mudah untuk dilihat, dan dibawa pergi. Tumbuhlah sahabatku, tumbuhlah lebih tinggi melebihi pepohonan lainnya, sehingga nantinya engkau akan sangat mudah dilihat dari tepian jalan ini.
Subscribe to the RSS feed and have all new posts delivered straight to you.




![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)
wkekekeke.. boro boro dipromosiin mas..
bagi saya sendiri yang sudah tau keadaan internal, kaya nya sulit untuk hal itu. lari ditempat terus…
wah bersabar aja … pimpinan mungkin menguji kesabaran kita ,, dan ingin melihat kinerja kita setelah belum dipilih apakah semangat kerja menurun atau malah meningkat … sebaiknya malah meningkat,, dan buktikan bahwa memang kita yang terbaik…salam
saya mah berniat nya jadi bos jadi gak perlu promosi
“Apalagi bagi karyawan yang terkenal karena kevokalannya, suka ngeyel atau bahkan cendrung “urakan”, mungkin ga akan pernah mendapatkan giliran.”
mungkin aku termasuk salah satu tipe seperti itu.. kalo melihat kebelakangan kevokalan ini tentu punya alasan, tidak lain regulasi yang dirasakan sudah tidak sinkron.
contoh saja : pimpinan saya setiap hari nggak pakai seragam kantor yang sesuai SOP, tapi dia menyuruh kita untuk memakai seragam sesuai sOP.
gimana bawahan akan respek dg sikap pimpinan seperti itu?
masalah promosi memang bukan seperti arisan, tapi saya coba ambil sisi positif. barangkali si rekan anda ini masih dibutuhkan untuk divisinya dan belum ada penggantinya makanya bos itu menahan lebih dulu si rekan anda ini.
saya pernah mengalami masalah promosi, mungkin selain itu masalah loyalitas atau kontribusi apa yang diberikan oleh masing2 karyawan.
nah itu lah yang saya maksud mas : kita rela “menjual” harga diri dan kejujuran.
kemarin pada saat promosi harusnya saya dan satu orang lagi.. kenapa bisa dia yang dipilih karena dia … “kadang demi menyenangkan hati seorang pimpinan” itu tadi.
makanya saya bilang ini ilmu kodok.
*oot wah ternyata ada emoticon kaskus :

coba ahhh..
saya pernah mengalami hal yang sama, bahkan menurut saya sudah mengarah ketidakadilan profesionalis, atau lebih kasar pelecehan intelektual
Saya sering melihat, ada beberapa karyawan yang menilai dirinya secara tinggi…padahal orang lain, termasuk atasannya melihat dari sisi berbeda. Ada kemungkinan temanmu termasuk yang seperti ini.
Yang penting bekerja rajin, kreatif, sering memberikan ide atau masukan pada atasan..jika kita kerja dengan baik, promosi akan datang dengan sendirinya. Jika belum, kemungkinan memang teman lain ada yang lebih baik…apalagi jika seorang perempuan, harus bekerja dua kali lipat baru akan terlihat…lha kalau sama, bos akan lebih memilih pria karena dianggap lebih fleksibel.
edratna´s last blog ..Pasar kue Bubat di pagi hari
wah, saya belum bekerja, jadi belum bisa kasih komentar banyak, tapi ada benarnya, jika sudah rejeki itu datang, siapapun tidak bisa menghalanginya, jadi biarpun promosi itu sudah datang tapi kinerjanya belum maksimal, ya siapa juga yang mau menolak, hehe
salam kenal serta jabat erat selalu dari Tabanan

Kadang ada juga promosi yang berdasarkan SARA, kalo satu suku dan ras pasti lancar
Sugeng´s last blog ..Pertolongan Pertama Pada Stroke
heheh om om semoga sukses untuk om
salam hangat dari blue
semangat
mungkin mau dikasih jabatan yang lebih dari temennya…
hehe…promosi berbau KKN dong?
Mau gak mau ya terpaksa harus sabar
hehe….
Well,
Saya pernah menghadapi kejadian seperti ini, berat sih menghadapinya, tapi mau gimana lagi. Daripada sstress mikirnya, lebih baik mencoba untuk ikhlas.
Saya suka baca quote tentang pohon itu. Sedikit adem jadinya.
Untung juga saya jadinya, ngak pernah mikiran promosi he he … bagus tu inspiratif
uda helvi, saya jadi teringat pada salah satu petuah mario teguh, yang kalau tidak keliru mengatakan bahwa saat karir kita masih di bawah, memang seyogianya kita bekerja lebih keras dibandingkan orang yang karirnya sudah di atas.
Tapi lebih dari sekadar mengharapkan promosi, bukankah memang manusia itu dituntut untuk bekerja dengan sebaik-baiknya? saya percaya, what you get is eventually what you give.
marshmallow´s last blog ..Pumpkin
tugas kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat yang kita bisa dengan cara yang bijak dan benar. selebihnya, serahkan pada Sang Pemilik Hidup, mau dikabulkan sekarang atau nanti… sabar dan ikhlas adalah kata kunci untuk itu semua Bang…
Mungkin juga pos yang cocok belum ada, sehingga harus menunggu giliran. Tapi kesabaran pasti akan membuahkan hasil… cuma bisa bilang :sabar saja.
EM
Nice shot….