• RSS
  • Facebook
  • Twitter
03
July
Comments

Debat Capres putaran ke tiga telah berakhir malam tadi dari serangkaian debat capres yang baru pertama kali dilaksanakan di negeri ini. Banyak hal yang dapat dicermati dari setiap pernyataan dan tingkah laku Capres terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sang moderator. Dan tentunya setiap capres berusaha menampilkan yang terbaik yang dimilikinya, sikap terbaik, pemikiran terbaik, ide terbaik bahkan senyuman terbaik.

Memang komentar atas pelaksanaan debat tak mungkin untuk dihindari ditengah kemudahan akses untuk berpendapat saat ini. Ada yang “mencibir” ada yang “tersenyum” bahkan ada yang “manggut-manggut” ga ngerti, ada yang berkomentar “pedas” ada yang berkomentar “manis” ada yang “panas” dan banyak juga yang berkomentar “dingin”, semuanya bebas berekspresi, hanya etika yang membatasi. Terlepas dari berbagai tanggapan atas pelaksanaan debat saat ini, tentunya sang penggagas memiliki maksud positif untuk bisa dipahami.

Bagi saya yang memang ga sempat untuk menghadiri kampanye-kampanye Capres di kota ini, debat merupakan salah satu parameter ukur untuk menentukan siapa pilihan saya tanggal 8 Juli nanti. Walau debat memang bukanlah satu-satunya instrument untuk mencari seorang pemimpin bangsa yang berkualitas dan menjamin keberlangsungan tata kelola negara yang baik. Namun dengan debat sekurang-kurangnya akan diketahui sejauh mana kualitas dan kapabilitas seorang Capres dalam memberi solusi dalam menanggulangi pelbagai problem bangsa.

Walaupun solusi yang diharapkan tentu ada yang memuaskan hati dan tentunya ada pula yang jauh panggang dari api. Lebih jauh lagi, keterujian seorang kandidat Capres tentunya akan tampak dari bagaimana si Capres memanajemen emosi, kecakapan dalam menata sikap, mental dan tutur kata (retorika). Debat juga dapat menjadi semacam ajang pembuktian kualitas intelektual dan kapabilitas calon dalam menggulirkan rencana programnya ke depan. Kombinasi antara aspek ketokohan dan kemampuan berkomunikasi menjadi sebuah alat signifikan meraih simpati rakyat.

Tentunya setiap diri telah memiliki pilihan sendiri, dengan penilaian dan parameter pengukuran yang diklaim mumpuni. Banyak yang bisa dijadikan alasan kenapa kita memilih seorang kandidat capres, namun perbedaan itu bukan untuk diratapi, namun harus dihormati dan hargai. Selamat memilih ditanggal 8 Juli nanti, suara anda untuk negeri tercinta ini.

14 Responses so far.

  1. AL says:

    Yup! Mudah-mudahan, orang terbaik yang terpilih.. :)

    Yups,.. semoga yang terbaik yang terpilih

  2. 5 menit utk 5 th ..
    bentar lagi pak :)

    Yups,…. 5 menit untuk Indonesia yang lebih baik

  3. malam bang………….
    selamat mencontreng ya,bang semoga pilihannya menuju sebuah kebaikan niat itu sendiri
    salam hangat selalu

    Makasih blue,… slmat mencontreng juga,…

  4. moses says:

    hidup JK!

    Hahahahaha,….. Agiah ndan

  5. Yari NK says:

    Siapapun yang menang, ia belum tentu yang terbaik di negeri ini. Tetapi memang tidak penting apakah yang menang yang terbaik atau tidak, yang penting adalah bagaimana yang menang dan yang kalah dapat bersinergi satu sama lain, baik itu berupa dukungan maupun kritikan (oleh yang kalah), guna kepentingan yang lebih luas lagi yaitu kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan partai politiknya lagi….. Selamat memilih dan selamat mencontreng! :D

    Setuju Pak,…. semoga Indonesia sejahtera dapat terwujud

  6. Huang says:

    Saya beneran nggak milih, karena nama saya ditulis salah. Udah diprotes, katanya gak apa-apa. Tapi teteup aku gak moooooo

    Aduh sayang sekali ya,….. btw yang penting niatnya kan udah

  7. siang bang..
    bukan karena partai juga mendukung calon pemenangnya dan juga bukan karena ikutan akhirnya blue juga ikut memilihnya…………dan menang
    salam hangat selalu

    Seppp,…. Lanjutkan bleh

  8. meiy says:

    ‘terbaik’ dari yg ada. kemarin di rumah uni jadi TPS 5 Kel Medan Petisah seru juga loh, yg menang SBY, Mega ke dua, ke 3 sapa ayoo :D

    Hahahaha,…. kan cuma ada 3 uni,… apakah golput?

  9. madaff says:

    wah,….saya konyol tahun ini..Gara2 merhatiin si Daffa di luar yang manjat2 tanpa ada yang ngawasi,saya salah contreeeennnggg….huaa…Tapi sudahlah…tidak buruk2 amat yang akhirnya tak sengaja saya pilih….rejekinya dia…hiks,ikhlas…ikhlas…tapi kalo ingat masih gondok aja…

    Hahahahaha,……. wah bisa dijadiin bahan cerita neh Uni,…. tulis aja di blognya

  10. Raffaell says:

    Kalo aku nyoblos bukan karena mendukung, tapi menghindari seseorang untuk jadi presiden, wekekekeke

    Hahahaha,.. kadang memang kita memiliki alasan tersediri untuk memilih ataupun tidak,……..

  11. travellous says:

    Bro, apa kabar? kabarku baik!
    wah pemilu baru aja selesai, tampaknya pemimpin negeri ii sudah kelihatan, semoga nasib bangsa ini bisa menjadi baik, amiin!

    apa kabarmu Bro? semoga baik selalu ya, salam buat keluarga disana :)

    Makasih atas kunjunganmu bro,… saya alhamd baik2 aja,…. gimana bisnisnya? lancarkah?

  12. lovepassword says:

    Ya yang menang bukan selalu yang terbaik, tetapi setidaknya kan pilihan rakyat

    Yups,.. setuju

  13. Huang says:

    selamat malam mas ava :)

    Malam Bro

  14. sore om
    blue datang dengan kehangatannya
    salam hangat selalu
    pa cabar?

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas Jiwa

  • Komunitas Blogger Sumbar
  • .
  • .
  • .