17
Nov

Tuhan Sembilan Senti

Judul diatas adalah salah satu puisi pujangga ternama Indonesia, Taufik Ismail. Puisi yang berjudul “Tuhan Sembilan Senti” nyasar ke e-mail saya pagi ini. Pengirimnya sohib lama semasa nguli dahulu kala (1999 Masehi-2004 Masehi).

Jreng…. Baris pertama puisi langsung saya baca “Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok” kemudian baris berikutnya “tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok”. Saya berhenti sejenak sambil matikan rokok yang lagi dihisap dalam-dalam (maklum ngerasa tersindir). Kemudian lanjut lagi, jret jret ops,..berhenti lagi pada baris “di kantor pegawai merokok” (emang) trus baca lagi lagi lagi lagi, dann berhenti di baris “bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok” (apa istri saya juga ngerasa kaya gitu ya) Astaghfirullah….Saya merasa “kerdil” saat baca puisi yang satu ini.

Menurut data yang sempat saya kumpulkan, bahwa ternyata untuk Provinsi Sumatera Barat saja Rokok (yang dibagi lagi menjadi 2, rokok kretek filter dan rokok kretek) termasuk 5 besar kategori komiditi penyumbang inflasi terbesar di Sumatera Barat. Kalau ditotal atas nama Rokok, maka rokoklah penyumbang terbesar inflasi di Sumatera Barat (Rokok Kretek Filter dengan share 0,19% dan rokok kretek 0,08%).

Setelah beberapa menit akhirnya puisi itu selesai saya baca. Terdiam sejenak dan memandang rekan sejawat yang ada diruangan kantor saya. Ada 2 (dua) orang yang lagi ngerokok. Sambil tertawa ringan saya posting tulisan ini.

Berikut Puisi “Tuhan Sembilan Senti” Lanjut Baca…

2
Nov

Pareto dan Perbandingan 70/20/10

Dalam suatu diskusi bisnis, Mario Teguh pernah memaparkan sebuah rumus yang disebutnya dengan rumus perbandingan 70/20/10. Apa rahasia rumus 70/20/10 ini? Begini ceritanya, semoga bermanfaat.

Dalam setiap institusi bisnis berlaku bahwa : 70% karyawan/karyawati, baik buruknya tergantung dari contoh dan pembinaan dari pimpinannya (top Down). Kalau pimpinannya baik maka 70% karyawan/karyawatinya akan menjadi baik, kalau pimpinannya produktif dan excellent, maka 70% karyawannya juga menjadi produktif dan excellent. Kalau bossnya korup, malas dan tidak baik, maka 70% karyawannya akan ikutan korup dan malas.

Lanjut Baca…

23
Oct

Pilkada Padang Dan Harapan

Sungguh bahagianya pagi ini, jalanan yang selalu menjadi pemicu stress setiap hari, begitu sepi dan damai sekali, sehingga perjalanan menuju kantor begitu mudah dijalani. Tidak banyak warga yang beraktifitas pagi ini, bahkan anak sekolahan pun tidak tampak sedari tadi. Angkot-angkot yang biasanya berseliweran manguasai jalan, lebih banyak ngetem di posnya masing-masing. Hanya pedagang dan beberapa pekerja kantoran lainnya yang masih beraktivitas seperti hari-hari biasanya.

Suatu pemandangan yang tidak lazim dihari-hari kerja/sekolah rutin biasanya. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh warga kota Padang yang memiliki hak suara, tua muda bahkan orang mati pun mendapatkan kartu suara, akan menyalurkan aspirasinya dalam pemilihan Walikota Padang periode 2009-2014 pada hari ini.

Lanjut Baca…

19
Oct

Si Bapak Dengan Saluang-nya Itu ..

Salah satu persamaan antara saya dan istri diantara puluhan perbedaan lainnya adalah memiliki hobi yang sama yaitu berwisata kuliner. Setelah hampir 3 minggu tidak berwisata kuliner yang tentunya disebabkan oleh kesibukan kami masing-masing, akhirnya tadi malam kami bersepakat untuk menjalani ritual ini. Diiringi hujan rintik, kami menetapkan tujuan ke suatu bofet yang menyediakan jenis makanan yang beragam, dengan cita rasa yang cukup lumayan dan harga yang relatif aman.

Sesampai ditempat tujuan, kami mengambil tempat duduk yang dekat dengan jalan, dengan harapan agar susana malam dapat ternikmati dengan hangatnya hidangan yang disajikan. Dengan sedikit kesabaran, akhirnya pesanan pun datang, tentunya segera disantap karena lapar yang sedari tadi menjangkiti badan.

Lanjut Baca…

13
Oct

Statement Pemimpin, Suatu Mitigasi Risiko Reputasi

Pada saat reputasi perusahaan didera masalah, seorang pemimpin yang baik, memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan caranya sendiri. Tak terkecuali jika jalan yang ditempuh harus meminta maaf secara terbuka kepada publik atau pelanggan yang telanjur dirugikan. Dan seorang Charles Prince, Chief Executive Officer (CEO) Citigroup Inc. tergolong pemimpin yang memenuhi kriteria ini. Seorang pemimpin yang mampu melakukan mitigasi atas risiko reputasi yang tengah dihadapi perusahaannya dengan sangat baik.

September 2004, Citibank dipersalahkan oleh Otoritas Keuangan Jepang karena telah melakukan serangkaian pelanggaran keuangan, termasuk dugaan praktik pencucian uang. Pihak regulator keuangan memastikan bahwa perusahaan keuangan raksasa dari Amerika Serikat ini telah terlibat dalam sejumlah pelanggaran yang merugikan pemerintah dan menyesatkan masyarakat Jepang. Karena itu, Prince lalu diminta menutup unit trust banking-nya agar kepercayaan publik Jepang pulih.

Lanjut Baca…

3
Oct

Selamat Idul Fitri 1429 H

Akhirnya setelah melanglang buana, baru pada hari ini sempat membuka rumah kembali, sedikit berdebu karena hampir 2 minggu tidak pernah dijamah dan dielus. Pada postingan kali ini, dari hati yang teramat dalam, izinkan saya dan keluarga mengucapkan:

“SELAMAT IDUL FITRI 1429 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN ATAS SEGALA KHILAF DAN SALAH, ATAS SEGALA KATA YANG TELAH MELUKAI DAN PERBUATAN YANG TELAH MENYAKITI, ATAS JANJI YANG TIDAK TERPENUHI DAN ATAS HUTANG YANG BELUM SEMPAT DISELESAIKAN, SEMOGA RAMADHAN TELAH MENJADIKAN KITA MANUSIA-MANUSIA BARU, BAGAI KEPOMPONG YANG TELAH BERMETAMORFOSIS MENJADI KUPU2,………”

22
Sep

Bersiap-Siap.. Badai Krisis Akan Datang (kembali)

Demi menstabilkan kondisi keuangannya, pemerintah Amerika Serikat melalui The Fed (BI – nya AS) harus menyuntikkan dana sebesar US$ 700 miliar atau sekitar Rp 6.450 triliun yang akan digunakan untuk pembelian aset-aset yang berhubungan dengan gadai rumah hunian dan komersial, termasuk surat berharga yang berbasis gadai dan keseluruhan utang sebagai imbas dari krisis perumahan (Residential Subpreme Mortgage) yang ternyata saat ini telah menjelma menjadi badai bagi perekonomian AS. Suatu pengorbanan yang fantastis agar peristiwa “great depression” tidak terulang kembali.

Lanjut Baca…