10
Apr
11

Kebodohan Dekat Dengan Kemiskinan

Begitu besar dampak naiknya harga minyak dunia terhadap Perekonomian Indonesia. Sehingga APBN yang disusun Pemerintah direvisi dengan memotong pos-pos pengeluaran belanja Negara. Didalam tatanan perekonomian suatu Negara wajar halnya terjadi revisi atas APBN yang juga menyesuaikan dengan kondisi perekonomian internasional sebagai acuan penetapan asumsi-asumsi didalam penyusunannya.
Tapi hal yang begitu mengganjal di hati saya adalah pemotongan anggaran Pendidikan 10% atau sebesar Rp 4,918 T yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan. Hal ini pun disetujui oleh Komisi X DPR, wakil rakyat kita. Ditengah kemiskinan yang hampir mencapai 43% dari jumlah penduduk Indonesia, dengan jumlah pengangguran menurut Menakertrans yang diperkirakan akan terjadi penambahan pengangguran sebesar dua setengah juta orang tahun ini dan mutu Pendidikan di Indonesia yang tiap tahunnya tidak mengalami perkembangan yang berarti, pemangkasan anggaran pendidikan tersebut semakin meyakinkan saya bahwa Pemerintah tidak peduli dengan nasib Bangsa, bukankah kebodohan itu dekat dengan kemiskinan?

Namun Bambang Sudibyo “menenangkan” rakyat dengan berkilah bahwa pemotongan anggara itu bukan hal-hal yang menyentuh kebutuhan masayarakat seperti Dana BOS, gaji guru dan lainnya, tapi pos pendidikan yang dipotong adalah “Peningkatan Mutu Pendidikan”.

Apakah mutu pendidikan ga perlu diperhatikan? Apakah Pemerintah tidak tahu bahwa lebih dari 147 ribu anak-anak Indonesia terlantar dijalanan, dan 60 % nya sudah putus sekolah (data Departemen Sosial 2005) ? Apakah pemerintah tidak tahu bahwa kondisi itu akan menyebabkan kerusakan generasi penerus secara jangka panjang ?

Artikel terkait :
Pajak Kertas Pembodohan Bangsa
Anak-Anak dan Kemiskinan
Kelaparan dan Disfungsi Negara
Sikembar itu akhirnya tersenyum

Enjoyed reading this post?
Subscribe to the RSS feed and have all new posts delivered straight to you.
11 Comments:
  1. olangbiaca 10 Apr, 2008

    Aslkm..yup setuju kawan, itulah pemerintah kita, padahal negeri ini kaya raya, tapi dikorupsi terus oleh srigala2 itu…

  2. kaito724 10 Apr, 2008

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/masalah_politik/kebodohan_dekat_dengan_kemiskinan/

  3. astrid 10 Apr, 2008

    wah..tentu aja pemerintah gak mau mencerdaskan bangsanya, soalnya kalo bangsanya lebih pinter daripada pemerintahnya..nanti mereka susah sendiri..buat mereka kan enak begini, bangsa bodoh dan selalu dibodohi….jadi korupsi jalan terus….hehe!

    btw, nice template! lebih profesional..

  4. putirenobaiak 11 Apr, 2008

    geram sih kalo mikir penguasa, dipotong??? oh Tuhan….

  5. novee 11 Apr, 2008

    jadi menurut mr. bambang, pendidikan di endonesah tak perlu yg bermutu..
    jd mikir niy, yg blo’on sapa siy sebenernye…

  6. unai 12 Apr, 2008

    Jangankan mau mencerdaskan bangsa, Pemerintah sendiri saja tak cerdas. Alih alih menyejahterakan rakyat, malah sejahtera sendiri :P

  7. yopi 15 Apr, 2008

    hola mana nih shoutbox na….

  8. avartara 15 Apr, 2008

    olangbiaca : “Ups,….satuju ambo mah”

    kaito724: ” Maksih atas kunjungan n link nya,…”

    astrid: “hahaha,…wah itu yah penyebabnya,…mantaps bgt”

    putirenobaiak: “Uni,…yo tu lah”

    novee: ” Silahken,…siapa yak?”

    unai: “Setuju Unai,…..”

    yopi: Nah itu yg belum bisa nyop”

  9. travellous 16 Apr, 2008

    terlalu pelik sudah nasib bangsa kita ini Bro!
    padahal saya yakin klo anak bangsa kita ini punya kecerdasan di atas rata2, hanya sayangnya pemerintah kita lebih suka kita jadi bodoh, biar gampang di bodoh-bodohin, hiks… kapan bencana kita akan berakhir? capek saya juga

    Yups setuju bro,…km bruntung bisa menimba ilmu di negeri orang,..bawa ilmunya pulang ya,…ajarkan pada kita2

  10. erander 17 Apr, 2008

    Memang sangat dilematik. Dimana negara ini masih menganut sistem subsidi .. sehingga sulit untuk memilah-milah mana yang penting dan tidak penting karena semua dianggap penting.

    Niat untuk menolong rakyat kurang mampu, didomplengi oleh spekulan-spekulan untuk mengambil keuntungan dari selisih harga. Dan bisa dipastikan .. anggaran yang seharusnya menolong rakyat banyak menjadi tidak tepat sasaran.

    Menyedihkan memang .. kita masih sibuk mengurus isi perut sehingga lupa menjaga negeri ini. Perlahan-lahan kekayaan kita di miliki oleh pihak asing, perlahan-lahan, tanah air kita digrogoti negara tetangga.

    Perlahan-lahan pertahanan keamanan negeri ini diinviltrasi oleh negara kuat. Perlahan-lahan pendidikan kita semakin komersil. Karena kita belum dapat memikirkan hal-hal tersebut. Kita masih sibuk soal minyak makan, minyak tanah, sembako ..

    Semoga Allah memberikan kekuatan kepada bangsa ini untuk bisa bangkit kembali dan berjaya.

    Amiinnnn,..makasih Pak….mari kita suarakan bersama,..moga “mereka” tersadar dari khayalan

  11. desmeli 17 Apr, 2008

    Kebodohan dekat dengan kemiskinan, kemiskinan dekat dengan kemaksiatan…tul tidak pak? :D

    Salam kenal :d

    Tullll,..makasih ya dah mampir,..lam kenal balik,..ting

Post your comment
[+] kaskus emoticons nartzco