• RSS
  • Facebook
  • Twitter
25
March
Comments

Dalam sebuah tulisannya, Anand Khrisna pernah menyampaikan bahwa “kebenaran itu sederhana”, dimana tidak dibutuhkan suatu kecerdasan yang tinggi untuk merasakannya. Namun saat ini kebenaran itu menjadi sulit adanya, disaat banyaknya pihak yang meracuni kebenaran dengan kata-kata termasuk dengan hukum dan pasal-pasal.

Lihat saja gambaran jalan-jalan kota kita saat ini, terpampang ratusan foto, spanduk, poster dan atribut lainnya dan jika anda memiliki waktu, perhatikanlah sejenak permainan kata-kata dari setiap pajangan tersebut, hampir seluruhnya menyatakan dirinya lah yang benar.

Ini adalah kategori kebenaran menurut diri sendiri. Bagaimana jika orang yang menyatakan kebenaran itu masih ragu terhadap mutu diri sendirinya atau bahkan ternyata dirinya bodoh? Bagaimana kalau tidak hanya bodoh, tapi juga jahat. Sudah goblok, jahat pula. Maka bagaimana mungkin kebenaran versi si bodoh dan si jahat ini bisa dipercaya?

Disisi lainnya, sejumlah pendukung dan simpatisan, juga berusaha meyakinkan bahwa caleg yang diusung dan dibelanya itu adalah benar. Kebenaran jenis ini juga rawan pembengkokan. Terutama jika pendukung dan simpatisan itu, meksipun banyak, tapi memiliki budaya gerombolan, watak mabokrasi, gerudukisme dan gemar main keroyok. Dan jika menang, kemenangan orang-orang ini pasti bukan karena kebenarannya, melainkan karena keroyokannya itu. Ada kebenaran yang dibenarkan karena backing, karena kekuasaan dan tekanan. Kebenaran berbasis ketakutan semacam ini pasti sulit disebut kebenaran.

Lalu, kebenaran yang seperti apa yang dianggap benar? kebenaran yang dianggap benar itu adalah kebenaran itu sendiri dan untuk merasakannya, kita hanya butuh sebuah instink kebenaran. Bukankah pengalaman mengajarkan, siapa bermulut manis, pasti malah menimbukan rasa curiga. Kenapa orang yang sok akrab, malah menyebalkan, orang yang hendak menipu malah begitu sopan tindak tanduknya, kenapa orang yang gemar ingkar, justru adalah orang yang gemar berjanji, dan orang yang ngotot minta dipercayai, adalah orang yang punya bakat besar mengkhianati.
Inilah kenapa kebenaran itu dianggap sebagai barang yang mudah dan sederhana, karena apapun bungkusnya, selalu tampak begitu jelasnya.

Sumber Bacaan : Great Spirit by Prie.GS

12 Responses so far.

  1. Rindu says:

    Kesederhanaan itu bagian dari kejujuran mas :)

  2. reallylife says:

    tapi percayalah mas
    yang namanya kebenaran itu akan selalu menang dan kebohongan lambat laun akan terkuak

  3. Yari NK says:

    Kebenaran itu terkadang sederhana, terkadang juga sangat tidak sederhana. Mempercayai sesuatu yang ghaib tentu tidak bisa sesederhana kita merasakan dengan pancaindera ataupun pendeteksian lewat instrumen2 canggih kita. Jangankan yang ghaib, yang mikro saja kita sulit kok merasakan kehadirannya kecuali jika kita menggunakan instrumen2 canggih.

    Jadi kebenaran memang tidak selamanya sederhana…. :)

  4. okinawa says:

    para caleg itu ngobral janji kan? bukan obral kebenaran? emang janji = benar??

  5. imoe says:

    kebenaran yang hakiki yang seharusnya kita cari….ada gak yaaa

  6. kebenaran itu harganya mahal bang,kebenaran yang mereka sajikan melalui ratusan foto, spanduk, poster dan atribut lainnya hanya semu belaka bang tidak hakiki , kebenaran yang hakiki bang ada diblog saya, makanya bang jangan lupa kunjungi blog saya dan temukan kebenaran didalamnya.
    Salam http://eri-communicator.blogspot.com/

  7. Deddy Huang says:

    Kenapa patung timbangan di pegadilan tinggi itu ditutup matanya?

  8. marshmallow says:

    hmm…
    seringkali kebenaran berdasarkan suara mayoritas, bukan karena sifat hakiki.

    soal paragraf terakhir ironisnya, da helfi, seringkali orang yang benar-benar tulus berbuat baik dicurigai palsu, sort of fraud. padahal kita kan tau, thinkers are the best doers.

  9. travellous says:

    Hmm..saya kalo blog kmu selalu jadi merasa paling bego diantara yang komen, yang ada saya malah selalu dapet ilmu kalo kesini. Thanks! :)

  10. unai says:

    hmm benarkah orang yang ngotot minta dipercaya justru orang yang berbakat besar menghianati? begitukah?. lagi lagi tulisan yang bagus. eh iya..aku kok berasa paling bloon di sini heheh

  11. madaff says:

    Dan,…semua orang pun merasa paling benar,malah benar sendiri…
    Kacau kalau sudah begini…
    Besok selamat nyontreng ya Da…!

  12. meiy says:

    kebenaran tak perlu koar2 kali ya avar, terungkap sendiri

    Yups benar Uni,… memang ga perlu koar2,…. dia akan terungkap sendiri kepermukaan

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas Jiwa

  • Komunitas Blogger Sumbar
  • .
  • .
  • .