• RSS
  • Facebook
  • Twitter
04
December
Comments

Muara dari seluruh risiko yang terdapat dalam suatu Bank bersumber pada strategi yang diterapkan.

Bagi perbankan Indonesia pada umumnya, risiko strategik dinilai kurang mendapatkan tempat yang istimewa jika dibandingkan dengan 3 risiko utama lainnya, yaitu: risiko kredit, risiko pasar ataupun risiko operasional. Hal ini disebabkan oleh sifat risiko strategik yang kualitatif dan belum bakunya metodelogi pengukurannya. Namun bukan berarti Bank dapat menganggap remeh risiko ini, karena jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan kerugian yang signifikan bagi Bank dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan.

Hal ini pernah terjadi pada Midland Bank ditahun 1981 silam. Bank yang berpusat di Inggris raya ini harus menelan kerugian sekitar U$ 1,7 Miliar setelah mengakuisisi Crocker Bank yang nota bene berbeda konsentrasi usahanya. Dan yang masih segar adalah kasus Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang terpaksa menjadi bank komersial setelah gagal akibat merugi di sub-prime mortgage. Dan bukan tidak mungkin kasus Midland Bank, terjadi pada perbankan Indonesia. Bank yang high regulated, tidak bisa menganggap enteng risiko strategik ini.

Risiko Strategik dapat didefinisikan sebagai potensi kerugian bank baik karena menurunnya pendapatan atau meningkatnya kebutuhan modal yang disebabkan oleh adanya penyimpangan/kesalahan atas keputusan/kebijakan bisnis, implementasi yang tidak sesuai dengan kebijakan atau karena kurang tanggapnya Bank terhadap perubahan kondisi eksternal yang terjadi. Risiko strategik berhubungan dengan keputusan-keputusan bisnis jangka panjang seperti Bisnis mana yang akan dikembangkan, atau bisnis mana yang menjadi prioritas utama, bahkan termasuk bisnis mana yang akan diakuisisi dan bisnis mana yang akan ditutup atau dijual.

Untuk mewujudkan tercapainya tujuan atas strategi yang telah dicanangkan tersebut, dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, kebutuhan sumber daya untuk pencapaian strategi, kualitas implementasi, keterpaduan saluran komunikasi, sistem operasi, jaringan distribusi dan kapasitas serta kemampuan manajerial. Oleh karena itu sebelum risiko strategik menjadi populer seiring populernya merger atau akuisisi Bank dan krisis keuangan global, jangan anggap remeh Risiko Strategik.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather
Categories: Risiko Strategik

24 Responses so far.

  1. dino says:

    pertmaxa
    koment duhlu
    bahru bahca

  2. Intinya sebuah investasi mesti hati2 ya…..gitu nggak seh?

    Avartara: Yups,… mesti direncanakan dengan matang,… dan ada langkah tindak lanjutnya,… agar semua yang telah diprogramkan dapat mencapai sasaran yang diharapkan

  3. Barusan ikut acara Seminar Sehari Peluang dan Tantangan Sumbar Hadapi Krisis Keuangan Global. Pusing juga melihat angka-angka yang diperlihatkan dirut bank nagari… kenapa ya… kredit konsumtif dan pilihan aman bisa melibas kepentingan kerakyatan. kasihan kalau tidak punya sense of crisis. benar kalau BI kasih target kucuran, tapi bank selalu lihai untuk aman!

    avartara: Kredit konsumtif memang pilihan yang aman,…. dengan bobot risiko yang dinilai cukup rendah,… memberikan kredit ke sektor konsumtif bukan berarti tidak berpihak kepada rakyat,… karena kredit konsumtif juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi,… bukankah dengan meingkatnya daya beli masyarakat akan mendorong tumbuhnya sektor laiinnya?

  4. Alexhappy says:

    salahsatu pemicu Lehman Brothers hancur kurang memperhatikan ini juga ya da?

    btw, artikel di blog sy silahkan di copas :)

    Avartara: klu pemicu utamanya adalah karena krisis subprime mortgage,…. dimana kenaikan Suku bunga USD dari 1% ke 5,25% memukul pasar KPR, sehingga USD 1,2T KPR sub-prime berkualitas rendah dari total kredit pembelian rumah (KPR) di AS +/- USD 11 T menjadi bermasalah,… Portofolio Lehmans banyak disektor ini

  5. duh……….sebuah penyuluhan perbankan yang bermanfaat buat kita. aku jadi nalu sama abang jika ternyata abang salah satu pemerhati perbankan sedangkan si blue terkadang gayanya udah kayak orang perbankan saat menulis karyanya yang berbau bankan bankanan……………..malu hati.

    aku selalu senang bila abang mau datang ke rumahku. meski abang tak bercommand sebenarnya salah satu kebanggan bang buat si blue jika di kunjungi…………hala! bilang aza si blue emang ngarep banyak kunjungan ya,bang, hehehe…..
    salam hangat selalu untuk keluarga abang.

    Avartara: saya sangat bahagia selalu dikunjungi ama kamu bleh,… selalu datang dengan semangat yang terus memicu saya untuk menulis,…. malu sama blog kamu yang selalu update,….. hehehehe,.. tetap semangat bro

  6. Farrel says:

    ehmmm, nice posting. Kemudahan dalam memperoleh kartu kredit di setiap Bank, juga salah satu penyebabnya kali ya…!

    avartara: Klu terjun kebisnis kartu kredit tanpa didukung dengan infrastruktur yang memadai dan perencanaan yang matang,.. dinilai dapat menimbulkan risiko strategik Ko,… namun jika pemberian kartu kredit dengan kemudahan2 yang kadang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian,… dapat menimbulkan risiko kredit…… Btw ,.. maksih komennya ko,…. dan maksih telah menyelamatkan komen saya dari spam,…. hehehehe

  7. Istantina says:

    Lg semangat pngen nyicil rumah, tp bunga kpr baru weleh2.. Mau tunai juga weleh2…

    avartara: Mudah2an awal 2009 dah turun lagi ya mbak

  8. edratna says:

    Justru Manajemen Bank harus paham tentang risiko Strategik ini. Saya ingat mantan COO saya, yang sekarang menjadi CEO Bank BCA…

    Bahwa hati2 dalam membuat kebijakan, karena jika keliru akan berakibat jangka panjang, dan risiko akibat kebijakan ini sangat besar muaranya. Saat beliau cerita, risk management belum digalakkan (apa betul?)…pada dasarnya Bank adalah “High risk dan High regulation”….jadi sejak awal Bank didirikan telah bergumul dengan risiko…dan untuk selalu mengingatkan adanya risiko ini perlu digalakkan budaya risiko, antara lain mengelola risiko yang ada di bank tsb.

    avartara: maksih tambahannya Bu,….. Yups setuju

  9. dejavu says:

    Sip….mantap….mudah2an bank2 bisa belajar dari pengalaman, dan mencoba mengkaji ulang kebijakan2nya supaya bisa mengurangi dampak resiko

    avartara: Semoga Pak,… pada dasarnya manajemen risiko adalah belajar dari pengalaman,… baik yg dialami sendiri atau yang dialami orang lain

  10. catra says:

    resiko strategik….
    hmmm…. ndak nangkap saya pak.
    maklum gak ngerti ekonomi. hehehe

    avartara: Ga apa2 Cat,…. Maksih telah komen ya,…. nanti juga ngerti sendiri

  11. rian says:

    ijin copy bawa pulang yach bang.

    avartara: Okay yan,…. silahken

  12. reallylife says:

    permisi pak
    dah lama ngga sowanan
    rumah barunya bagus ni

    avartara: Maksih atas kunjungannya Bro,….. Iya neh dah lama berkunjung

  13. Rindu says:

    Ya ALLAH jadikan pemilik blog ini manusia manusia pilihanMU yang berkeyakinan bahwa bumiMU yang terhampar luas adalah masjid baginya, kantornya adalah musholahnya, meja kerjanya adalah sajadah,

    Kemudian fungsikan setiap tatapan matanya penuh rahmat dan kasih sayang sebagai refleksi dari penglihatanMU, jadikan pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerak hatinya sebagai doa, bicaranya bernilai dakwah, diamnya full zikir, gerak tangannya berbuat sedekah, langkah kakinya jihad fi sabillillah.

    Selamat hari raya IDUL ADHA …

    RINDU a.k.a ADE

    avartara: Amin ya Rabbal alamiin,…. sungguh menggetarkan do’anya mbak ade,…. terimaksih atas do’anya semoga kita mampu lebih ikhlas menjalani hidup ini

  14. met takbiran serta met lebaran ya bang

    salam hangat selalu

    avartara: sama-sama Bleh,…. Mohon Maaf Lahir Bathin

  15. marshmallow says:

    bagi orang yang sangat awam seperti saya, mungkin perlu analogi sebagai contoh kasus yang lebih konkrit biar pesannya nyampe, da helfi.
    maklum, saya memang belajar gratis dari blog, dan sangat menikmati membaca tulisan rekan-rekan yang bisa menambah wawasan saya.

    avartara: Makasih atas masukannya Ni,… saya akan berusaha untuk lebih membumikannya,… Met Lebaran Uni

  16. unai says:

    aduh, berat mengertinya..tapi saya suka. Tulisan yang hebat euy. Tulisan berbobot yang hebat :)

    avartara: Wah unai bisa aja neh,…. Saya akan berusaha agar mudah dimengerti

  17. meiy says:

    melihara gajah aja harus ada strategi apalagi pelihara Bank yo avar…hehe
    ondeh lamo indak kasiko, tp avar ruponyo sibuk juo, alun byk update :D

    avartara: Maksih Uni lah berkunjung kamari,.. salam tuk keluarga

  18. meiy says:

    hehe sorry pelihara BANK maksudnyo :D

  19. ai says:

    met hari raya idul adha bang… :D

  20. selamat malam bang………

    bang…lama nich tak ku lihat tulisan abangku lagi.
    sibuk ya,bang?

    salam hangat selalu

  21. Met malam bang………..
    jam sebelas datang ya ke blog aku!
    salam hangat selalu

  22. Deddy says:

    Risiko Strategik dapat didefinisikan sebagai potensi kerugian bank baik karena menurunnya pendapatan atau meningkatnya kebutuhan modal yang disebabkan oleh adanya penyimpangan/kesalahan atas keputusan/kebijakan bisnis, implementasi yang tidak sesuai dengan kebijakan atau karena kurang tanggapnya Bank terhadap perubahan kondisi eksternal yang terjadi….

    Kebanyakan terjadi di pengambil keputusan, disebabkan analisis bisnis yang lemah, tanpa data dan statistik yg akurat, penuh asumsi dan naluri bisnis yg kurang tajam… Kayaknya di pemerintahan kita banyak yg kayak gini Pak hehehe….

    Hmmm,.. analogi yg menarik Pak,… sepertinya dapat ide baru saya

  23. madaff says:

    Hm,mesti baca pelan-pelan,biar ngerti….
    Maklum da, emak-emak….hehehehe…

    Makasih Uni,… telah sudi mampir dan memberi saran

  24. bang…………….
    pa cabar?
    maaf blue baru datang menyapa abangku ini, sedang sibuk sibuknya pasti,
    salam hangat selalu untuk keluarga abang disana.
    Met Tahun Baru ya,bang

    Sama-sama bleh,… Met tahun Baru,… makasih telah terus menginspirasi

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas

  • Palanta
  • Hosting dan Domain Termurah
  • Jalan-jalan Gratis
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.