16
Jul
47

JALANAN GAMBAR NEGERI

Jika kita ingin melihat bagaimana gambaran bangsa ini, tidak usah jauh-jauh, tidak perlu biaya mahal, dan tidak butuh perjuangan tinggi, cukup murah dan mudah, lihatlah bagaimana warga negara ini jika sedang dijalan raya, penuh dengan gambaran keributan, keegoisan, keganasan, sangat tak beraturan, penuh carut-marut, tanpa aturan dan sifat-sifat liar lainnya, silahkan ditambahkan.

Gambaran seperti inilah yang terpampang jelas dimata, dalam setiap perjalanan rutin menuju kantor tercinta. Dimulai saat baru keluar dari persimpangan rumah, ada anak muda berseragam sekolah, putih-biru, melintas tanpa helm dikepala, boncengan dua. Melintas pertanyaan di kepala, apakah aspal telah menjadi lunak pagi ini, hingga helm pun tidak usah dipasang lagi? Apakah mereka tidak punya orang tua yang menyayangi, hingga diusia sangat dini berani bermain dengan mati?

Berikutnya, masih dipersimpangan yang sama, sebuah angkot dengan kuasanya mengangkangi jalan raya, karena ada beberapa penumpang yang mengahadang, tentunya itu sebuag rezeki dan tanpa mau menepi, sang sopir angkot dengan tenang menunggu. Siapakah yang salah, penumpangkah yang tidak tahu dimana harus menunggu? Sopir angkotkah, yang tidak tahu dimana harus berhenti? Atau pemerintahkah, yang tidak memberi tempat angkot untuk berhenti?
Kekacauan-kekacauan ini terus mengikuti, baru memasuki jalan utama, saya langsung berhadapan dengan pengemudi yang lupa diri, inginnya menang sendiri, merasa dialah yang harus diperhatikan, didahulukan, sehingga bebas menekan klakson bila lawan didepan sedikit lamban. Lengkaplah, sahut menyahut klakson sebagai tanda untuk bergegas pergi.

Lain lagi saat memasuki area sekolahan, dimana banyak orang tua yang mengantar anaknya bersekolah, dengan seenaknya memarkir kendaraan dimana saja, hingga jalanan yang tersisa hanya cukup untuk saya sendiri. Harap maklumlah, karena ini anak tersayang, tentunya harus ditemani, biar muncul percaya diri.

Anak sekolah berseragam putih-biru dengan motornya, sopir angkot dengan angkotnya, pengemudi dengan kendaraan yang dikemudikannya, adalah orang-orang dengan kekuasaannya, kekuasaan selalu berbanding lurus dengan kepemilikan. Tinggi rendahnya kekuasaan, ditentukan banyak sedikitnya “hak milik” dan risiko terdekat orang yang sedang memiliki adalah menjadikan hak miliknya sebagai orientasi kepentingan, pada saat itulah muncul rasa menguasai, tidak menghargai dan cendrung menang sendiri. Tapi pada saat kekuasaan itu tidak lagi disisi, mereka kembali seperti pejalan kaki, yang hanya bisa meratapi.

Enjoyed reading this post?
Subscribe to the RSS feed and have all new posts delivered straight to you.
47 Comments:
  1. tukangobatbersahaja 16 Jul, 2008

    katanya untuk mengetahui pribadi seseorang bisa di lihat caranya membawa kendaraan :)

    hehehe saya mah tertib, kendaraan kaki dua
    *selalu jalan kaki ke kantor :) *

    Berarti rumahnya dekat kantor dunk,…mantaps,..hemat,…. :)

  2. creativesimo 16 Jul, 2008

    Dan… dimana polisinya?
    Btw, trims sudah berkunjung… :-)

    Nah itu dia,..polisinya kemana?????? :)

  3. Iis sugianti 16 Jul, 2008

    ” Tapi pada saat kekuasaan itu tidak lagi disisi, mereka kembali seperti pejalan kaki, yang hanya bisa meratapi..”

    Hmm…bener…bener..

    Salam kenal mbak,…. terimaksih :)

  4. hendri 16 Jul, 2008

    dan sepertinya ini sudah jadi makanan sehari-hari yang tidak enak, tapi terpaksa untuk ditelan.. kasihan bangsa ini. :((

    Hiks Hiks,..jgn diratapi,..mari kita ubah bersama,… mulai dari diri sendiri,… thx bro :)

  5. akokow 16 Jul, 2008

    Dan jangan lupa…di jalanan sekarang lebih sering pake DOA. Biar selamat sampai perjalanan.

  6. pakde 16 Jul, 2008

    Tanpa bermaksud membangun pesimistis, jika melihat kondisi seperti ini, saya juga kesal. Apalagi Sepeda motor. ugh sradak sruduk melintas bikin nggak nyaman bawa mobil. Alhasil menggerutu sendirian, Salahnya bukan tidak adanya sosialisasi beberapa instansi yang menaungi urusan rapi di jalan raya. Tapi melihat kondisi seperti yang terjadi saat ini. Masyarakat yang teledor sendiri yang begitu cuwek gak mau peduli akan keselamatan dirinya dan kenyamanan pihak lain. Salahnya lagi pelaku malah tutup kuping dengerin ceramahan untuk bersikap baik di jalan. Giliran accident aja…baru berasa nyeselnya. So apa yang harus kita ingatkan ya….?

    Kita mulai dari kita aja Pak,…. mari kita berikan contoh yg baik,….mengajarkan disiplin, waktu dan peraturan,… :) mksih Pak,…

  7. takochan 16 Jul, 2008

    ah ya, tapi pejalan kaki juga kadang suka sembarangan, sembarangan nyebrang jalan saya contohnya :mrgreen:

  8. ulan 16 Jul, 2008

    wooo skrinsut nya bagus..

  9. antokoe 16 Jul, 2008

    betul, kalo liat suasana jalan di Jabotabek, memang mencerminkan watak penghuninya.
    tapi kalo lagi pulang kampung, huuuuuh, nyaman adem. senyaman dan seadem orang kampung.

    Berbanding lurus ya,….. :)

  10. bakhtiar 16 Jul, 2008

    kok gambarnya gak muncul yak..

    Mungkin lagi llt kali Pak,… :)

  11. esaifoto 16 Jul, 2008

    saya suka tulisan anda, cukup inspiratif untuk di renungkan di keheningan malam
    http://esaifoto.wordpress.com

    Terimkasih telah mampir,…. terimakasih atas semangatnya :) salam kenal

  12. Deddy 16 Jul, 2008

    :D Sejak reformasi, dilanjutkan dengan krisis yg berkepanjangan, hampir semua bidang/sektor berantakan, termasuk moral dan etika !! Gawat deh, Salam Da, rancak tulisannyo…

    Bagaikan api dalam sekam,..apa yg ditanam itu yg dituai,… :) salam kenal Pak,..maksih telah mampir,..dan maksh semngatnya

  13. coretanpinggir 17 Jul, 2008

    “Tapi pada saat kekuasaan itu tidak lagi disisi, mereka kembali seperti pejalan kaki, yang hanya bisa meratapi.”
    —————————————
    Peradapan suatu bangsa bisa dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan pejalan kaki ( atau dilihat dari kondisi trotoar).
    —————————————–

    Seseorang pernah mengatakan hal ini kepada saya beberapa tahun yg lalu.

    Salam

    Terimaksih Pak,… telah menambahkan :)

  14. cinker 17 Jul, 2008

    sebenarnya mereka bukan bermain dengan kematian……!
    mereka cuma blum ada kesadaran untuk melakukan sesuatu……!

    Yups melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat :) spt ngeblog,…setujuuuu

  15. ahsinmuslim 17 Jul, 2008

    kondisi yang demikian memang memprihatinkan, tak jarang kecelakaan terjadi akibat ulah pengguna jalan yang seenaknya saja berkendara. untuk mengatasi hal ini, benar-benar dibutuhkan kesadaran pribadi bagi seluruh pengguna jalan, agar menaati setiap aturan yang ada. patuhi lampu lalu lintas dan berkendaralah dengan benar. selain itu, perlu juga ketegasan dari pemerintah juga polisi, dalam menetapkan beberapa peraturan. polisi jangan malas tuk mengatur lalu lintas.
    “seseorang melakukan kejahatan karena ada kesempatan”
    sama dengan seorang yang melanggar lalu lintas karena ada kesempatan dan polisi tidak melihatnya.

    Yah bener ,….mari kita perbaiki bersama,…mulai dari siri sendiri,.. :) maksih pak

  16. Silly 17 Jul, 2008

    Mas…

    mungkin sebagian orang prinsipnya sama kayak saya gini… bahwa peraturan lalulintas itu ada untuk dilanggar bukannn???….

    hahahahhaha…

    hallo, apa khabar mas… main2 kerumah silly yg baru yach

    C U there… :)

    Yups mungkin udah seperti itu prinsipnya, btw makasih ya mbak dah mampir,…. okay menuju TKP :)

  17. sutanpamaleh 17 Jul, 2008

    kalo di MEDAN sudah biasa serobot sana serobot sini :-)
    tapi mo bilang apa sudah menjadi kebiasaan masyarakat
    yang suka terburu-buru..
    kalo dah di tilang polisi alasannya: “mo cepat niy pak, dah kebelet.”
    hehehehe….

    kayanya udah menjadi kronis ya,…. *geleng-geleng :)

  18. yakhanu 17 Jul, 2008

    ya begitulah ….
    emang sudah membudi daya…
    kapan ya negeri kita tertib???

    Semoga dalam waktu dekat ini Pak,… Amiiinnnn :)

  19. iwan andriawan 17 Jul, 2008

    kadang2 mereka merasa yg paling hebat, merasa yg paling gagah, merasa yg paling berani, merasa yg paling paling dibanding yg lain … padahal kalau mereka berani berfikir sedikit apa yg mereka lakukan, pasti! mereka akan merasa sangat malu bahkan kpd anak kecil yg tdk mengerti apa2 … pertama mencoba, kedua menjadi biasa, ketiga menjadi budaya … susah kalau sdh berakar dan mendarahdaging … tp semoga dg memberi contoh yg baik kpd lingkungan dan orang disekitar kita, smg mereka terinspirasi untuk merubah semua, kalau semua berjalan sesuai semestinya … dunia pasti akan lebih indah … betul gak?

    Yups setuju Pak,…mari kita mulai dari diri sendiri,… :)

  20. ubadbmarko 17 Jul, 2008

    Namanya juga Inddonesia mas.

    HAhahahah,..Negara kita lho Pak,…. :)

  21. imoe 17 Jul, 2008

    waduhhhh kok serem amat ya….kalau sya masih optimis ama Indonesia…karena apa…setiap menyaikan lagu Indonesia Raya…masih banyak yang tergetar hati nya….mungkin kita lebih banyak menyaikan lagu itu ya…

    Mungkin yg tergetar hatinya tidak banyak lagi hari ini,…. buktinya,..dulu wakt SD, lagu Indonesia Raya itu wajib dihapal,..nah sekrg anak2 lebih hapal lagu “EGP” dari pada Indonesia raya :)

  22. uwiuw 17 Jul, 2008

    kayaknya kalau dinalogikan, hidup di indonesia itu kayak hidup dijalanan dimana yg kuat yg menang…yg boleh punya mimpi cuma mereka yg pintar ‘berkelahi’

    Yups itu seiring dengan semakin maraknya paham neo-liberalis, menghalalkan segala cara, siapa yg mampu “berkelahi” dialah yang selalu didepan :)

  23. astridsavitri 18 Jul, 2008

    Jalan adalah milik mereka yg kuat. Di negeri ini, tak ada kesempatan utk pejalan kaki sebab mrk adalah yg terlemah, bahkan trotoar pun bukan miliknya – tapi milik PKL. Satu-satunya kesempatan berkuasa di jalan adalah dgn membunyikan klakson keras2 atau menyerobotnya sekalian.

    :) begitulah Mbak,….

  24. Rian 18 Jul, 2008

    ya begitulah setiap pagi.

    tidak hanya di kota besar. di payakumbuh pun seperti itu. :)

    Salam untuk Payakumbuh,….. :)

  25. the hermawanov 18 Jul, 2008

    kadang pas lagi bawa mobil suka kesel kalok ada biker yg pecicilan maen potong, nggak nyadar kalok pas lagi bawa motor jg suka pecicilan githu :lol:

    jadi inget dulu pas masih ngekos di Djokdja, kalok pikiran lagi buneg, suka ngebut malem2 di ringroad, nyelib diantara mobil di gejayan & ngepot2 di jakal *aaah..masa muda yg penuh kenangan* :mrgreen:

    Dulu masih disaat emosi labil dan jiwa rusuh,…. :)

  26. Rindu 18 Jul, 2008

    Orang bilang saya Indonesia banget … mungkin karena saya orang Aceh campuran Sunda yah, jadi Indonesia banget :)

    Saya juga Indonesia bgt mbak,…. :)

  27. Alex 19 Jul, 2008

    Ass.

    yah…….begitulah bangsa ini……..kayaknya kita harus mulai lebih baik dari diri sendiri………..ini juga disebabkan ulah pemimpin kita.

    Yups setuju Pak,… mulailah dari diri sendiri :)

  28. realylife 20 Jul, 2008

    semoga ke depan , jalannya lebih baik ya Bang

  29. v3rdee 21 Jul, 2008

    mantap gambarnyo ndan… buliah minta tu…

    Buliah ndan,..untuak mandan apo yg ndak dapek :)

  30. ai 23 Jul, 2008

    walaupun begitu kita tetap cinta kan sama negara kita ini…??? klo di suruh pindah kewarganegaraan ai ga mau tuh :D

    tentunya dunk ai,…. makanya saya seperti ini,… :) salam untuk warga lainnya

  31. Catra 23 Jul, 2008

    Aku Cinta Endonesa saja……………….:mrgreen:

    Aku ……… padamu,………. :)

  32. tc 24 Jul, 2008

    gambarnya koq terkesan serem. ya…

    Hmmmmmm,… seremm ?

  33. dhycana 24 Jul, 2008

    yuppp….hidup matiku buat…..sia…….udah bro…baru hari ini buat tulisan terbaru….(dhycana.wordpress.com)

    Mantaps,… mantaps,… :)

  34. travellous 24 Jul, 2008

    Yaah begitulah Bro! kebanyakan penduduk kita, trus gimana bangsa ini mau ber adab kalo untuk mengenyam pendidikan saja rakyat ini harus bayar mahal! pemerintah kita sibuk korupsi dan menindas secara tidak langsung ataupun langsung, aaiih malangnya

    Btw, nice analogy story! :)

    Yang penting kitanya tetap smangat menyuarakan hati,… btw maksih atas rewardnya bro,… :)

  35. dejavu 25 Jul, 2008

    hidup emang susah ditebak….kadang kita bisa survive dengan keadaaan yang ada sekarang, kadang pengennya mo mati cepet aja. Hmm….daku aja ampe skrg bingung mo nyiasatin hidup seperti apalagi supaya kita semua bisa menikmati dan menjalani hidup dengan damai tanpa iri hati, dengki, busuk hati dan segala yang berkaitan dengan hati….Karena permasalahan yang ada saat ini terkait dengan hati, jika hati tenang nggk ada yang berkuasa, nggk ada yang seenaknya, nggk ada yang mo menang sendiri…..Jagalah Hati (nggk usah dinyanyi’in)..

    Mari bersama,.. ucapkan ” jagalah hati, jangan kau nodai,….” silahkan dilanjutkan :)

  36. juliach 25 Jul, 2008

    Yeah ini akibat sangat gampangnya mendapatkan SIM. Jadi mereka tidak tahu peraturan sama sekali dan tidak peduli kalo kita ini membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Yup setuju mbak,…. jika dilihat pengalaman mbak,… untuk mendapatkan SIM aja harus melalui tes yang panjang dan rumit,… :)

  37. Wempi 27 Jul, 2008

    Wak labiah suko lewat banda bakali om…

    Hahahaha,.. jalan favoritnyo yo :)

  38. Ly 28 Jul, 2008

    heuhuheuue …. itu laaah the jungle megapolitaaann… kacaw balaw…. :D

    atau pada punya nyawa 12 kaleee heuhueheu :p

    Kaya kucing aja ya,… kucing hanya 9 lho :)

  39. kidungjingga 29 Jul, 2008

    OOT nih… inget “pengemudi yang merasa paling berkuasa”, jadi keinget pas jalan ma temen2 sekantor, jalanan memang padat hari itu, kadang macet disana-sini. lagi “asyik” ngantri, kendaraan di belakang kami, terus menerus mijit klaksonnya sambil tereak2…
    temen saya yang nyetir bilang gini, “Tenang dong pak, kita jg ga niatan nginep di tengah jalan…!” :D

    Lain lagi dengan teman saya,… dia langsung nyuruh sopir yang mijt klakson lewati aja atap mobilnya klu memang ingin buru2 :)

  40. suhadinet 30 Jul, 2008

    Betul ya, sekarang jalan kita rusak. Di mana-mana.

    Nah itu 1 lagi :)

  41. iman 2 Aug, 2008

    iyah..

  42. Rindu 5 Aug, 2008

    Belum ada tulisan baru yah …

  43. kishandono 5 Aug, 2008

    Ya, memang indah. sangat indah malah. tapi kenapa tidak bisa bersatu ya? hiks.. ^OOT^

    Karena ego yang terlalu besar Pak :)

  44. chandra61 5 Aug, 2008

    I LOVE INDONESIA
    tapi untuk para mentri-mentrinya NAXXX BANGXXX SEMUA

    Maaf ya mas,..atas kebijakan pemilik blog, kalimatnya saya sensor :) salam damai

  45. putirenobaiak 8 Aug, 2008

    mengerikan, itulah negeri kita avar. d

    dimanapun uni pernah tinggal, walau gak byk sekali; padang (beberapa daerah), jakarta, aceh, medan, dan kalau berkunjung ke daerah lain seperti pekan baru, lampung, begitu juga, apakah kita telah kehilangan nurani?

    Pagar-pagar pembatas jiwa yang telah mulai rusak dan rapuh uni,….. makanya perbuatan dan tingkah laku tidak memiliki batas alur dan patut :)

  46. avartara 10 Sep, 2008

    Uji coba themes :)

  47. Kwek Lie Na 17 Oct, 2008

    ya…

    Bumi,dunia milik yang berharta…tanpa mau tahu yang lain jadi menderita
    Nyawa-nyawa jadi tak berharga,karena aturan dan undang-undang tak dibaca (dilirik aza tidak!)
    Dunia…dunia…dengan manusia-manusia yang banyak rupa
    Sampai-sampai ,Tuhan hanya bisa geleng-geleng kepala!

    Tulisanmu…patut untuk jadi renungan,karena tanpa sadar kita mungkin juga sebagai pelaku hal-hal tersebut,jangan suruh orang lain untuk memulai,tapi memberi contoh dengan memulai melakukan yang terbaik buat semua,dari diri sendiri dulu…:P

    Salam…


    Setuju mbak,… kita harus mulai dari diri sendiri agar bisa mematri langkah berikutnya

Post your comment
[+] kaskus emoticons nartzco