• RSS
  • Facebook
  • Twitter
10
September
Comments

Secara beruntun dimulai dari bulan Mei 2008, BI rate mengalami kenaikan rata-rata 25 bp perbulan. Dan pada tanggal 04 September yang lalu, BI rate telah tercatat sebesar 9,25%. Salah satu pemicu kenaikan ini adalah perkembangan inflasi ditahun 2008 yang meningkat cukup signifikan. Sampai dengan Agustus 2008 inflasi telah mencapai 9,54%, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya yang tercatat sebesar 6,51%.

Kenaikan beruntun BI rate ini adalah salah satu jalan yang ditempuh BI untuk menahan laju inflasi, dengan harapan hingga akhir tahun nanti inflasi bisa berada di kisaran 11 s.d 12,5% yoy dan ditahun 2009 bisa berada di level 6,5% yoy sesuai dengan asumsi RAPBN 2009.
Jika hanya dengan inflasi 0,51% (Agustus 2008) BI rate naik 25 bp, bagaimana dengan kemungkinan dibulan September ini mengingat akan semakin meningkatnya permintaan dibulan puasa dan menjelang lebaran nantinya. Begitu juga di bulan Desember nanti, diprediksi juga akan terjadi kenaikan inflasi. Jika yang menjadi dasar kenaikan BI rate ini adalah kenaikan inflasi, maka dapat diprediksi bahwa BI rate hingga akhir tahun ini akan terus naik dan akan mencapai kisaran 10,75 s.d 11,25%.

Kenaikan BI rate tentunya sangat mempengaruhi aktivitas perbankan tanah air, karena kenaikan ini akan meningkatkan biaya dana guna menjaga posisi likuiditas dan meningkatnya biaya kredit. Walaupun kenaikan BI rate tidak serta merta direspon perbankan dengan menaikkan suku bunga kreditnya, namun tentunya Bank akan berancang-ancang menaikkan suku bunga kredit guna mengimbangi biaya dana yang semakin tinggi tersebut.

Hal ini juga berimbas ke dunia usaha khususnya sektor riel. Dengan kemungkinan kenaikan suku bunga kredit bank, tentunya mereka akan semakin sulit mendapatkan dana tambahan. Disamping himpitan masalah lainnya, seperti biaya produksi yang tinggi, penurunan daya beli masyarakat, belum lagi adanya tuntutan kenakan gaji karyawan dan Tunjangan Hari Raya (THR).

6 Responses so far.

  1. dhycana says:

    ya saya cukup mendukung juga kebijakan BI untuk menaikkan suku bunga BI Ratenya. Tapi mungkin ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Bank Indonesia dalam menetapkan kenaikan BI Rate tersebut, dimana ada beberapa pihak yang mungkin diuntungkan atas kenaikan BI Rate dan ada juga yang merasa dirugikan. Arah kebijakan perbankan pada umumnya juga mengalami perubahan. Walau bagaimanapun kita tetap salut kepada BI dalam mengendalikan moneter dan ekonomi pada umumnya dimana saat ini kondisi bursa yang hancur-hancuran beberapa hari terakhir ditambah lagi banyak investor (dana asing) yang keluar dari bursa efek Indonesia serta melorotnya nilai tukar rupiah keposisi yang paling diwanti-wanti (sekitar Rp. 9.320/$nya). Moga aja ekonomi kita kedepannya akan lebih baik.

    Apakah kenaikan ini tidak akan semakin membatasi ruang gerak Bank dalam mengucurkan dana ke sektor Riel? mengingat risiko yang tinggi dan gain yang relatif kecil dan lama,…. kenaikan BI rate menguntungkan Bank jika dana ditempatkan kembali dalam bentuk SBI dengan tingkat risiko 0%,… bagaimana menurut kaca mata Treasury Bank?

  2. Rindu says:

    Assallamuallaikum … saya datang berkunjung mas :)

    Makasih telah berkunjung Mbak,.. :)

  3. didta says:

    fast reading :mrgreen: BI apa ya?
    lam kenal


    BI = Bank Indonesia, salam kenal kembali

  4. ario saja says:

    mboh wis gak ngerti aku


    Ya ga papa to mas,… dinikmati aja

  5. Biru Langit says:

    “The worst mistake a boss can make is not to say well done”

    Can I laught then…?

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas Jiwa

  • Komunitas Blogger Sumbar
  • .
  • .
  • .