• RSS
  • Facebook
  • Twitter
03
April
Comments
“…..prinsip-prinsip manajemen risiko yang akan dianut dan diterapkan pada perbankan Indonesia diarahkan sejalan dengan rekomendasi Bank for International Settlements melalui Basel Committee on Banking Supervision”
Kalimat diatas merupakan kutipan halaman pertama pada penjelasan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 yang diterbitkan pada tanggal 19 Mei 2003. PBI yang terdiri dari 36 Pasal dan 10 Bab ini mengatur tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan telah diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2004. Sejalan dengan hal tersebut, kemudian pada Januari 2005 melalui Banker’s Dinner, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan Road Map penerapan manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Basel II pada perbankan Indonesia yang dimulai pada tahun 2008 dengan menggunakan pendekatan yang paling sederhana. Alhasil, Perbankan Nasional tak terkecuali Bank Nagari sibuk mempersiapkan segala infrastruktur guna mendukung pelaksanaan Manajemen Risiko berdasarkan Basel II di tahun 2008 nanti.
Apa itu Basel II ?
Basel II sebagai acuan pelaksanaan manajemen risiko bagi perbankan internasional, tidaklah muncul secara tiba-tiba, namun merupakan suatu hasil dari evolusi regulasi perbankan didunia. Dimulai dengan terbentuknya The Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) pada tahun 1974 oleh Gubernur Bank Sentral negara-negara G-10. BCBS yang berkedudukan di kota Basel Austria. Pada bulan Juli 1988, BCBS mengeluarkan dokumen berjudul ”International Convergence of Capital Measurement and Capital Standards” yang dikenal dengan “Accord 88” atau Basel I dan diterapkan pada perbankan Indonesia pada tahun 1992. Basel I menyarikan hubungan antara risiko dan modal yang harus dipenuhi Bank. Perhitungan rasio permodalan tersebut dilakukan dengan mengelompokkan aset bank dalam beberapa kategori risiko dan diberi bobot tertentu.
Namun Basel I masih memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya yaitu kategorisasi risiko yang sangat luas sehingga tidak mencerminkan gradasi risiko yang sebenarnya. Basel I juga hanya terfokus pada risiko kredit sementara perkembangan dalam sistem keuangan dan perbankan menunjukkan bahwa selain menghadapi risiko kredit bank juga terekspos pada risiko-risiko lain seperti risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, dan risiko-risiko lainnya.
Hampir satu dekade kemudian, BCBS merevisi Accod 88 dengan mengeluarkan penyempurnaan melalui Market Risk Amandements Januari 1996 yang bertujuan menyesuaikan pengaturan permodalan dengan memasukkan unsur risiko pasar dan diterapkan pada perbankan Indonesia tahun 2005 lalu. Seiring dengan perkembangan sistem keuangan yang semakin dinamis dan kompleks, volume dan jenis-jenis risiko yang dihadapi bank juga mengalami peningkatan. Bank membutuhkan teknik-teknik baru dalam menghitung kebutuhan modal yang lebih sesuai dengan profil risiko Bank (risk sensitive capital). Mengantisipasi perkembangan tersebut, Basel Committe mengeluarkan dokumen “International Convergence of Capital Measurement and Capital Standards – a Revised Framework” pada bulan Juni 2004 sebagai kerangka permodalan baru yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Basel II.
Categories: Manajemen Risiko

7 Responses so far.

  1. olangbiaca says:

    Aslkm….wah..agak berat dikit yo da…

    gimana khabarnya ? sehat2 ?

  2. Koko says:

    Berat…mohon maaf tidak terlalu mengerti..cuma mengerti kalau manajemen resiko juga penting

  3. putirenobaiak says:

    waduh ndak mangarati ambo ko, tulalit kalao ilmu baiko.

    baa kaba avar?

  4. Omigod! postingan mu ini berat betul Bro!
    saya jadi semakin yakin klo Bro ini emang orang perbankan! sememnjak postingan dulu yang berjudul: mari menabung, saya tunggu di Bank. Hehehe

  5. avartara says:

    olangbiaca : Berat diongkos ya,…..hehehe,..alhamd sehat sanak,..apo kabar juo pakan,..lai aman2 se

    Koko: Yups,…manajemen risiko sangat penting bagi perbankan, selain menaikan shre holder value,..manajemen risiko juga dapat memberikan gambaran kepada pengelola Bank mengenai kemungkinan kerugian bank dimasa yang akan datang,..dan lainnya. Btw,..mkasih dah mampir

    Ni mey : alhamd sehat uni,…uni lai sehat2 se ko,…lai aman2 uni?

    andrei-travellous: hehehehe,..thx bro atas dukungannya

  6. ANGGI says:

    tau banyak tentang BASEL II??
    lagi bikin skripsi tentanga Basel ii..
    di indonesia uda diterapin blom?

    Ga terlalu banyak kok mbak,….ketentuan Basel II yang udah di terapkan oleh perbankan Indonesia baru terkait perhitungan kebutuhan modal minimum untuk risiko pasar, sedangkan risiko kredit masih menggunakan pendekatan Basel I.

  7. dwinita says:

    pak.. gross income untuk menghitung resiko operasional dalam praktek sesungguhnya (bukan menurut work book) terdiri dari apa saja? trims

    Jawabannya sudah sya kirim ke emailnya,… maksih ya atas kunjungannya

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas Jiwa

  • Komunitas Blogger Sumbar
  • .
  • .
  • .