Hidup didaerah yang rawan bencana mengharuskan setiap penghuninya waspada akan bahaya yang selalu siap untuk mengancam setiap saat, salah satunya kota Padang yang tercinta ini. Kota yang yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera dan terletak antara 0° 44′ 00″ dan 1° 08′ 35″ Lintang Selatan serta antara 100° 05′ 05″ dan 100° 34′ 09″ Bujur Timur ini, berada dalam zona subduksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia yang tentunya saja siap mengeluarkan gempa tergantung perintah si pemilik-Nya.
Dan itu terbukti, gempa itu kembali lagi, ya kembali lagi mengingatkan seisi negeri. Tepat jam 11:38:56 WIB tadi (05/02/2010) gempa dengan kekuatan 4.8 SR mengguncang kota Padang tanpa permisi. Memang tidak terlalu besar namun cukup membuat hati bergetar. Saya yang sedari pagi sibuk mencetin keyboard si kompie, harus rela melarikan diri. Begitu juga dengan penghuni kantor lainnya, yang tentunya tidak akan pernah lupa dengan kejadian gempa 30 September tahun lalu.
Ya, ternyata luka itu masih ada. Getaran itu masih tersimpan jelas di akal dan hati. Bahkan dengan goncangan yang lebih kecil yang bersumber di laut dengan kedalaman 39 Km dan berjarak 53 km Baratdaya Pariaman ini pun, kaki seakan tak sanggup untuk berlari.
Memang kotaku saat ini seakan akrab dengan gempa, mungkin hampir 100 kali gempa pernah saya rasakan jika dihitung dari tahun 2005 sampai sekarang. Sangat berbeda dengan masa kuliah dulu, saat pertama kali memasuki kota ini ditahun 1999 lalu untuk melanjutkan kewajiban pendidikan sampai berakhir ditahun 2004 yang lalu, hanya dua kali diri ini merasakan gempa dan itu pun tidak sampai membuat keberanian luluh seperti saat ini.
Gempa hampir menjadi pembicaraan sehari-hari disini, mulai dari gempa yang benar-benar terjadi, ramalan-ramalan akan datangnya gempa yang begitu besar sampai dengan perasaan terjadi gempa padahal tidak terjadi apa-apa. Entahlah ini pertanda apa, namun yang pasti bumi ini sudah semakin tua, bisa jadi hampir tidak mampu lagi menampung seluruh makhluk ciptaan-Nya yang berperangai rupa-rupa.
Pernahkah sahabat merasakan gempa serupa?





![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)

Di Jakarta beberapa kali kena guncangan gempa…dulu pernah pas di lantai 19, terjadi gempa…namun karena saat itu sebelum ada tsunami Aceh, saya tenang-tenang aja, walau meja kursi bertubrukan.
Gempa di Tasikmalaya juga membuat Jakarta guncang…dan saya pas di lantai 18. Memang sulit jalan, semua bergoyang, bahkan menutup retsluiting taspun nggak kuat….tapi setelah mencapai tangga, dimana semua orang turun sambil berdoa, membuat pasrah dan tenang.
Terbayang di Padang…yang setiap kali terjadi gempa…kita memang berada di daerah yang rawan gempa
.-= edratna´s last blog ..Mainan baru? =-.
merasakan gempa itu sih pasti mas.., gempa yang di tasik juga dirasakan di Bandung, sampe kursi kerja saya bergetar luar biasa. maklum lah dilantai 10 jadi sangat terasa…
Aku belum pernah, alhamdulillah, merasakan gempa. Yang jelas, aku pasti bakal panik banget dan nggak sempat berpikir logis. Yang ada langsung lari, teriak-teriak, dan entah.. nangis, mungkin.
Dikabarkan Padang memang daerah yang rawan gempa dan akan terus begitu sampai pergerakan lempeng buminya berhenti.
Duh.
Dunia memang sudah semakin tua. Penghuninya semakin banyak. Aneh-aneh pula.
Kapan manusia tobat, ya?
Sejak kejadian gempa di Jogja dulu, kami sudah sering mengalaminya Bang. Bahkan saking seringnya, sampai-sampai tidak menyadari kalau ada gempa. Saya pernah menceritakannya di sini: http://hardivizon.com/2009/09/08/friend-indeed/
Semoga Sumbar kembali pulih dari kehancuran pasca gempa ini ya Bang
wah baru tau nih ternyata ada gempa lagi ya.. masya Allah..
Saya sering merasakan gempa.
Waktu masih di Biak, sering.
Lalu waktu di Medan sering juga, dan yang terparah pas gempa yg menyebabkan tsunami di aceh, dan jg gempa nias. Sekarang sy jd gampang was2 krn gempa apalagi krn kejadian di Padang itu…
gempa yang selalu membuat kita tersadarkan atas apa yang sesungguhnya tak pernah kita duga datangnya gempa yang membuat sebagian menjadi cemas
gempa yang melestarikan hakekat atas KuasaNya gempa yang selalu blue rasakan juga kedatangannya
salam hangat dari blue, semoga kita semua mawas diri saat gempa datang.