Archive for the ‘Risiko Pasar’ Category
Bersiap-Siap.. Badai Krisis Akan Datang (kembali)
Demi menstabilkan kondisi keuangannya, pemerintah Amerika Serikat melalui The Fed (BI – nya AS) harus menyuntikkan dana sebesar US$ 700 miliar atau sekitar Rp 6.450 triliun yang akan digunakan untuk pembelian aset-aset yang berhubungan dengan gadai rumah hunian dan komersial, termasuk surat berharga yang berbasis gadai dan keseluruhan utang sebagai imbas dari krisis perumahan (Residential Subpreme Mortgage) yang ternyata saat ini telah menjelma menjadi badai bagi perekonomian AS. Suatu pengorbanan yang fantastis agar peristiwa “great depression” tidak terulang kembali.
Efektifitas Penerapan Manajemen Risiko
Dalam konteks perbankan nasional, penerapan Manajemen risiko yang efektif mencakup pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, tersedianya kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit, kerangka proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko, kecukupan sistem informasi manajemen risiko serta sistem pengendalian intern yang menyeluruh yang harus disesuaikan dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan Bank.
Hal ini tentunya menyebabkan adanya perbedaan dan variasi antara satu Bank dengan Bank lainnya dalam penerapan manajemen risiko secara efektif dan tidak sedikit Bank yang masih meraba-raba dalam mencari bagaimana dan apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan. Sehingga dalam perjalanannya, ada sebahagian Bank yang menyusun sendiri pedoman manajemen risiko dan merakit sendiri sistem informasi manajemen risikonya dan sebahagian besar menggunakan jasa konsultan dalam pengembangan manajemen risikonya dengan harapan penerapan manajemen risiko secara efektif dan terintegrasi dapat tercapai.
Implikasi Kenaikan BI Rate
Secara beruntun dimulai dari bulan Mei 2008, BI rate mengalami kenaikan rata-rata 25 bp perbulan. Dan pada tanggal 04 September yang lalu, BI rate telah tercatat sebesar 9,25%. Salah satu pemicu kenaikan ini adalah perkembangan inflasi ditahun 2008 yang meningkat cukup signifikan. Sampai dengan Agustus 2008 inflasi telah mencapai 9,54%, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya yang tercatat sebesar 6,51%.



![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)