Berdasarkan riset Infobank pada bulan Desember 2006 kegiatan usaha Bank Pembangunan Daerah (BPD) selama Agustus 2005 – Agustus 2006 tumbuh signifikan, dengan pembiayaan Kredit BPD tumbuh 23,08% dari Rp43,56 triliun menjadi Rp53,62 triliun sementara Kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 14,6%. Namun dalam penyaluran kredit, BPD menuai banyak kritik. BPD dianggap tidak becus mengucurkan kredit. Anggapan tersebut bisa jadi benar bila melihat posisi loan to deposit ratio (LDR) BPD yang [...]
Archive for the ‘Manajemen Risiko’ Category
Risiko merupakan suatu hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Pada saat kita beraktivitas selalu dibayangi oleh risiko bahkan diam-pun mengandung risiko. Pepatah minang pernah menyatakan “Jan barumah di tapi pantai kok takuik diguluang ombak” artinya jangan berumah di tepi pantai jika takut diterjang ombak. Begitulah risiko, selalu menyertai segala tindakan kita, dan malangnya risiko tidak dapat dimusnahkan dan dihilangkan akan tetapi risiko masih dapat dihindari dan dikurangi [...]
“…..prinsip-prinsip manajemen risiko yang akan dianut dan diterapkan pada perbankan Indonesia diarahkan sejalan dengan rekomendasi Bank for International Settlements melalui Basel Committee on Banking Supervision” Kalimat diatas merupakan kutipan halaman pertama pada penjelasan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 yang diterbitkan pada tanggal 19 Mei 2003. PBI yang terdiri dari 36 Pasal dan 10 Bab ini mengatur tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan telah diberlakukan mulai tanggal 1 [...]
Sekitar 2010-an bankir (klu ga salah, habis ga sempat ngitungnya tadi) dari 21 Bank yang ada di kota Padang pagi ini berkumpul di Lapangan Imam Bonjol guna memeriahkan hajatan yang bertajuk “ayo Ke Bank”. Suatu tema sentral dalam rangka program edukasi perbankan kepada masyarakat yang di komandoi oleh Bank Indonesia sebagai sang regulatornya bank-bank di Indonesia. Kegiatan ini diadakan serentak diseluruh Nusantara, dan untuk kota Padang sendiri (yang sempat saya [...]
The person who risks nothing does nothing, has nothing, is nothing! He may avoid suffering and sorrow, but he can’t learn, fell, change, grow, or love. Chained by his attitude, he is a slave. Only person who take risks is free. Risiko dan bank adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, tanpa adanya keberanian untuk mengambil risiko maka tidak akan pernah ada bank, dalam artian bahwa bank [...]





![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)
