Archive for the ‘Manajemen Risiko’ Category



29
Jan

PROMOSI DAN ARISAN

width=

Pagi ini seorang sahabat mengirim pesan melalui SMS, yang secara garis besar isinya menyatakan ketidakpuasannya atas keputusan promosi beberapa rekan se-unit kerjanya. Ketidakpuasan yang bersumber dari hasil penilaiannya secara pribadi terhadap kemampuan rekan-rekan lainnya yang dipromosi. Mulai dari kualitas kerja, pengalaman dalam mengambil keputusan atau pendidikan serta pelatihan yang telah dilewati, semua menjadi indikator suatu ketidakpuasan atas keputusan ini. “Kenapa dia yang harus dipromosi, secara nilai akhir tahun saya yang selalu tertinggi, volume pekerjaanpun masih saya yang miliki” begitu isi penutup SMS sahabat tersebut.

Lalu saya menimpali “udah kamu diskusikan dengan dengan pimpinanmu?” tentunya beliau punya alasan kenapa mereka yang dipromosi bukan kamu?”. Sahabat itu dengan berapi menyikapi “Udah aku bicarakan berulang kali, namun Bosku bilang bahwa aku harus bersabar, semua ada gilirannya. masa promosi didasarkan giliran, emangnya arisan”.

Click to continue…

25
Jan

Kenali Risiko, Lakukan Tindakan

Dalam suatu rapat pada sebuah perusahaan, Seorang Pemimpin Cabang perusahaan terlihat sedang marah-marah dengan salah seorang staffnya via telepon genggam. Sumber kemarahan adalah adanya laporan yang terungkap pada rapat yang menyatakan bahwa Cabang yang dipimpinnya memiliki tingkat kesalahan kerja yang tinggi. Karena merasa malu, maka dia ingin segera mengetahui siapa pegawainya yang telah mencoreng nama baik si pemimpin.

Sekian menit waktu berlalu untuk menginterogasi sang bawahan di Cabang, akhirnya didapatlah informasi yang memadai, bahwa kesalahan kerja yang terjadi bersumber dari seorang pegawai baru yang dinilainya tidak mumpuni. Dengan data ringkas yang dimiliki, sang pemimpin tampil dengan alibi.

Click to continue…

21
Jan

ATM DiJebol Lagi……..

Dunia perbankan kembali diguncang dengan kejadian raibnya dana nasabah melalui pembobolan ATM yang disinyalir dilakukan oleh sindikat pembobol ATM yang terjadi dalam rentang waktu 16-19 Januari 2010 lalu. Menurut Bank Indonesia, sampai saat ini telah terjadi pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII dengan lokasi kejadian di Bali dan Jakarta dengan potensi kerugian yang diperkirakan bisa mencapai angka Rp 4,1 M.

Hal ini merupakan suatu contoh kejadian risiko operasional yang disebabkan oleh kejahatan secara eksternal (Eksternal Fraud) yang jika tidak diantisipasi secara dini akan berdampak pada munculnya risiko lainnya, seperti risiko reputasi (pemberitaan negatif terkait operasional Bank) dan pada akhirnya berujung pada munculnya risiko likuiditas karena nasabah bank yang merasa dananya tidak aman lagi akan melakukan penarikan dana secara besar-besaran. Tentunya jika hal ini terjadi, tidak hanya akan mengganggu likuiditas bank itu sendiri tapi juga akan dapat membawa implikasi terhadap perekonomian secara menyeluruh atau berpotensi berdampak sistemik.

Click to continue…

20
Jan

Produk “TabunganKu” dan Nasib Bank-Ku

Dalam menyambut pencanangan tahun 2010 sebagai “Tahun Menabung Nasional”, Bank Indonesia sebagai regulator perbankan Indonesia memfasilitasi terbentuknya suatu produk tabungan bersama yang disebut dengan “TabunganKu”.

Secara filosofi, “TabunganKu” merupakan suatu produk tabungan untuk nasabah perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh Bank-bank di Indonesia (bagi yang berminat) guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Bank Indonesia sebagai bank sentral Negara Republik Indonesia, selain sebagai wujud kepedulian sosial perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk tabungan yang tidak dibebani biaya administrasi, produk tabungan ini juga disinyalir dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya menabung.

Jika kita bandingkan dengan tujuan Bank Indonesia sebagai bank sentral, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui tiga pilar utama 1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, 2) mengatur dan menjaga sistem pembayaran dan 3) mengatur dan mengawasi bank, penawaran produk “TabunganKu” untuk perbankan Indonesia masuk dalam fungsi Bank Indonesia yang mana?

Click to continue…

8
May

Antara Loyalitas, Gaji dan Bonus

Penyebab Utama seorang karyawan tidak loyal terhadap perusahaannya adalah karena ketidak puasan (Robbins, 1993)

Loyalitas karyawan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan suatu perusahaan. Selain sebagai mesin pendorong produktivitas, loyalitas juga dapat meningkatkan semangat dan komitmen karyawan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaannya. Dan tentunya untuk menciptakan suatu loyalitas tertinggi bukan merupakan hal yang gampang karena loyalitas tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar seseorang karyawan dibayar atau keuntungan apa saja yang akan diperolehnya. Memang benar gaji yang memadai diperlukan, tapi bukan itu satu-satunya alasan seseorang untuk bekerja.

Beberapa tahun terakhir ini, menurut Watson Wyatt, suatu perusahaan global consulting yang fokus pada human capital and financial management, perbankan tercatat sebagai industri dengan tingkat turn-over karyawan tertinggi yang hampir mencapai angka 13%. Hal ini selain disebabkan karena semakin maraknya bajak membajak karyawan, juga disebabkan oleh semakin banyaknya bank yang menerapkan strategi insentif dan bonus tinggi bagi karyawan yang benar-benar dinilai berprestasi.

Click to continue…

31
Mar

Waspadai Pemicu Internal fraud

Never think that still water doesn’t have crocodiles, never take for granted a peaceful outlook since danger may lurk beneath.

Didalam kaca mata risiko, pepatah diatas menggambarkan bahwa suatu aktivitas yang sangat kondusif, tenang dan tidak ada terlihat suatu gejolak atau permasalahan jangan dikira bahwa risiko atas aktivitas tersebut tidak ada, karena dalam setiap aktivitas, potensi risiko tetap ada dan sewaktu-waktu bisa meledak.

Contohnya adalah keruntuhan Daiwa Bank Cabang New York (November 1995) yang hanya disebabkan oleh salah seorang pejabatnya yang bernama Toshihide Iguchi. Toshihide Iguchi merupakan Penanggung Jawab Divisi Trading yang juga mengepalai bagian back office. Selama kurun waktu 11 tahun masa kepemimpinannya (1984-1995), Toshihide Iguchi melakukan 30.000 kali transaksi ilegal dengan total kerugian sekitar USD 1,1 M yang tercatat sebagai salah satu kerugian terbesar dalam sejarah keuangan dunia. Dan kecurangan (fraud) ini baru diketahui setelah Toshihide Iguchi mengakui perbuatannya sendiri pada tanggal 13 Juli 1995.

Click to continue…

5
Mar

“Back to Basics”, Respon Terbaik Perbankan Terhadap Krisis

Didalam pidato tahunan perbankan Gubernur Bank Indonesia akhir Januari lalu, dimana bangsa-bangsa di Dunia tengah berhadapan langsung dengan krisis global keuangan yang hingga saat ini masih belum menampakkan tanda-tanda akan mereda, Gubernur BI menekankan pentingnya bagi perbankan nasional untuk kembali ke khittahnya, “back to basics” sebuah ajakan yang disampaikan kepada semua lembaga keuangan, terutama perbankan di Indonesia. Himbauan Gubernur BI tersebut dilandasi oleh kenyataan bahwa krisis yang tengah dihadapi sekarang ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perkembangan sektor keuangan yang lepas dari akarnya, yaitu kegiatan ekonomi riil.

Click to continue…