• RSS
  • Facebook
  • Twitter
02
February
Comments

width=

Bapisah bukannyo Bacarai (berpisah bukannya bercerai), lagu inilah yang dinyanyikan salah seorang karyawan dalam acara pelepasan karyawan dalam masa persiapan pensiun (MPP) dikantor saya sore ini. Salah satu lagu berbahasa minang yang menggambarkan perpisahan 2 insan yang saling mencinta, si pemuda merantau meninggalkan kampung halaman dan kekasih tercintanya, namun perpisahan itu bukanlah sesuatu yang membuat mereka tidak akan berjumpa selama-lamanya, karena sang kekasih pasti akan menunggu untuk berjumpa disuatu saat nanti. Mungkin melalui lagu ini tersimpan harapan, untuk tidak melupakan mereka disaat tidak lagi memiliki konstribusi pada perusahaan ini.

Acara pelapasan karyawan MPP memang rutin dilakukan dikantor saya ini, dimana pada ulang tahun kita yang ke-55 tahun, akan dirayakan secara bersama dan bahkan dihadiri oleh Pimpinan Tertinggi (Direksi). Suatu hal yang mungkin jarang terjadi pada ulang tahun-ulang tahun lainnya yang pernah dilewati.

MPP atau Masa Persiapan Pensiun adalah masa dimana seorang karyawan dibebastugaskan selama 1 tahun sebelum dia resmi menjalani masa pensiun dengan tetap mendapatkan gaji dan tunjangan lainnya sama seperti posisi terakhir dia aktif bekerja. Selama 1 tahun menjalani MPP, karyawan akan dibekali dengan keterampilan-keterampilan enterpreneur praktis melalui suatu workshop rekreasi (workshop/pelatihan sekalian jalan-jalan) yang merupakan salah satu wujud penghargaan perusahaan terhadap seluruh karyawannya yang mampu mencapai masa pengabdian hingga usia 55 tahun.

Mungkin berbeda dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, dimana perpindahan (turn over) karyawan sudah jamak dilakukan, namun disini tingkat perpindahan karyawan masih sangat rendah sekali. Bukan loyalitas yang menjadi satu-satunya kriteria, tapi mempertahankan comfort zone itu yang lebih terkemuka. Seorang karyawan akan merasa nyaman berada diposisinya saat ini, tanpa harus mencari perusahaan lainnya lagi yang mampu menawarkan kenyamanan seperti yang didapat saat ini.

Hal yang menjadi pertanyaan dalam diri adalah bagaimana seorang karyawan itu mampu mencapai masa akhir dinas tanpa cela. Jika seandainya seorang karyawan yang bekerja semenjak usia 24 tahun, berarti dia memiliki masa kerja selama 31 tahun diperusahaan ini. Sungguh waktu yang cukup lama disatu tempat yang sama, dan tentunya sangat sulit untuk mempertahankannya hingga akhir masa.
Makanya saya sangat salut dengan senior-senior yang mampu melewati masa kerjanya itu tanpa cela. Suatu prestasi yang menurut saya sangat luar biasa dan memang patut untuk dihargai bahkan tidak cukup hanya dengan reward-reward yang ada saat ini saja. Untuk itu, tulisan ini saya dedikasikan bagi senior-senior tercinta yang telah menghabiskan hampir 2/3 masa hidupnya diperusahaan ini, terimakasih atas pengabdian dan bimbingannya selama ini, izinkan kami meneruskan apa yang telah engkau rintis selama ini.

Bapisah bukannyo bacarai….

12 Responses so far.

  1. vizon says:

    mumpung MPP saya masih sangat lama, maka ada baiknya menata langkah mulai sekarang, sehingga dapat menjalani tugas ini hingga akhir tanpa cela. dalam bahasa agamanya disebut: husnul khatimah

    Ya benar uda,….. menata langkah untuk menjalani tugas tanpa cela,…..

  2. ya memang menunaikan suatu pekerjaan sampai tuntas tanpa cela, perlu iman yang kuat. Semoga kita semua cukup “beriman” sehingga dapat menunaikan tugas dengan paripurna.
    EM

    Semoga mbak,…. semoga kita cukup “beriman” sehingga tugas dapat diselesaikan dengan paripurna

  3. Saya bingung apakah lagu itu cocok untuk orang yang mau pensiun. Bukankah orang yang pensiun itu memang tidak akan kembali ke tempat kerjanya? Kan dia memang akan berpisah, tidak akan bekerja lagi di situ, bukan?

    Heheheh,.. analisa yang menarik mbak,.. memang keterikatan secara pekerjaan tidak akan ada lagi, namun bukan berarti mereka “hilang” dari peredaran dan dilupakan. Banyak momen yg membawa mereka kembali, setidaknya diacara lainnya, atau kunjungan untuk sekedar berbagi pengalaman.

  4. H says:

    mas, ini giliran kamu menggantikan posisi mereka itu :D

    :maho :alay :cendol

    Oyaa,…. masih lama bro sampai keposisi itu…… :D

  5. elizer says:

    yaa..
    kaya recycle bin aja mas.. yang ada dikomputer kita.
    tapi untuk soal kerjaan dan hidup itu semua berputar..

    Dan tentunya suatu saat recycle bin bisa di empty-kan,… hilanglah semuanya,…….. memang benar Mas,… semua ada gilirannya,.. tinggal menunggu

  6. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    wow,, emang lagu itu cocok untuk acara pensiunan????
    sukses untuk Anda…
    .-= andry sianipar´s last blog ..Semangat… =-.

    Mungkin saja cocok Pak,.. sebagai salah satu lagu yg dibawakan dalam acara itu,…. dan tentunya mengandung suatu makna,….. salam semangat,… maksih atas kunjungannya

  7. bayuputra says:

    salam kenal pak dari saya di Kaliamantan Tengah…
    “loh kan temannya pensiun pak ?? yah bercerai lah pak heee”

    Salam kenal Pak,……….. Ya berpisah Pak……. :)

  8. Reza Fauzi says:

    selamat berpisah ya buat temennya yang mau pensiun… hahaha
    .-= Reza Fauzi´s last blog ..Hosting Murah Kapasitas Besar! =-.

    Nanti salamnya disampaikan ya Pak…

  9. HumorBendol says:

    Bendol malah salut kalo pejabat pemerintahan pensiun tanpa “cela”. Karena banyak kita lihat di televisi, pejabat dah pensiun tapi masih berurusan dengan kejaksaan.
    hehe…
    Salam

    Yups,.. tapi kita juga bersyukur karena tidak semuanya yg memiliki cela… masih ada yg baik lakunya..

  10. edratna says:

    Untuk kondisi saat ini, bisa berkarya di bidang pekerjaan dan menyelesaikan tanpa cela adalah hal yang sangat sulit, dibutuhkan keteguhan iman, dukungan keluarga dan niat baik yang harus dipupuk terus menerus. Saya melihat sendiri betapa banyaknya rekn2 yang berguguran dalam perjalanan karirnya, terkadang bukan karena kesalahannya, namun keluarga yang tak tahan godaan.
    Bersyukurlah orang yang telah melewatinya dengan mulus.

    Yups benar bu,…. perjalanan karir memang tidak bisa diprediksi, sehingga memang sangat dibutuhkan keteguhan iman dalam menjalankannya, seperti ibu neh, yang berhasil melewatinya tanpa cela

  11. iiN says:

    seru juga tuh acaranya.. // tapi kalau bercerai itu sdh pasti berpisah kan.. :)

    Ya ya,…. bercerai pasti berpisah,… seppp

  12. zee says:

    Kalau saya melihatnya begini, banyak org yg krn terlalu lama berada dlm comfort zone akhirnya tidak mau (mgkn jg tidak berani) keluar dr tempatnya bekerja skrg utk mencoba peluang di tempat lain. Saya kenal beberapa senior yg seperti ini, yg tdk mau pindah krn comfort zone. Tp saya salut dgn rekan2 saya (dan jg rekan2 senior Mas), mereka biarpun mgkn hanya pegawai dgn level yg ga naik-naik (kayak saya hahaha) tp dedikasinya pd perush sungguh luar biasa. Bekerja dgn ikhlas, sabar, itu kuncinya bisa mulus. Kan rejeki bs dapat lg dr luat toh. Saya belajar banyak ttg dedikasi pd pekerjaan dr papi saya. Papi saya itu, meskipun dulu dia cuma camat sendirian di Merauke sana, dia tetap rajin ke kantor dan turun ke lapangan. Pdhl siapa yg mau mengawasi dia secara Papua masih hutan2 begitu dan ga byk org berani kesana? Tapi dedikasinya luar biasa, hingga sekarang dia sudah pensiun tp masih ada sedikit rejeki utk menjabat, dedikasinya tetap luar biasa. Itulah satu hal yg harus kita pelajari dari para senior kita. ;)
    Sori mas kenapa komen gw pgj bener ya? Hahhaha..

    Salut dengan dedikasi Papi Mbak terhadap negara ini, setiap orang memiliki komitmen yang berbeda, ada yang affective, calculative bahkan normative. Papi mbak termasuk golongan affective, memberikan lebih dari yg dimintakan kepadanya, klu yg suka berpindah karena mengharapkan gaji belaka termasuk kategori calculative, bekerja untuk siapa yg mampu membayar lebih tinggi, tapi yg lebih parah golongan normative, mereka bekerja sesuai dengan apa yg diperintahkan, tak lebih…. maksih atas sharingnya Mbak,…..

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas Jiwa

  • Komunitas Blogger Sumbar
  • .
  • .
  • .