BANKIR DAN RISIKO
Risiko merupakan suatu hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Pada saat kita beraktivitas selalu dibayangi oleh risiko bahkan diam-pun mengandung risiko. Pepatah minang pernah menyatakan “Jan barumah di tapi pantai kok takuik diguluang ombak” artinya jangan berumah di tepi pantai jika takut diterjang ombak. Begitulah risiko, selalu menyertai segala tindakan kita, dan malangnya risiko tidak dapat dimusnahkan dan dihilangkan akan tetapi risiko masih dapat dihindari dan dikurangi (mitigasi).
Profesi yang tengah kita geluti saat ini tentunya mengandung risiko, mulai dari risiko yang rendah yang berdampak ringan sampai dengan risiko yang tinggi dan berdampak sangat besar baik terhadap kondisi finansial maupun non-finansial kita (psikis).
Seorang bankir dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak dalam menjaga dan mengembangkan dana masyarakat yang dititipkan ke banknya, termasuk memberikan layanan yang layak bagi nasabahnya. Bagi bankir yang dalam menjalankan tugasnya tidak paham dengan prosedur, peraturan-peraturan yang mengikat baik secara intern maupun ekstern, bersiap-siaplah diterjang ombak, bisa berupa terjadinya kesalahan prosedur, pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang berlaku, bahkan penyalahgunaan wewenang. Bagi bankir yang telah paham dengan prosedur dan peraturan-peraturan-pun masih tak luput dari risiko, dengan pemahamannya malah muncul fraud (kecurangan), seperti: penipuan, pemalsuan, pencurian dan hal-hal terkutuk lainnya dan akhirnya bisa berakhir di penjara.
Dalam kondisi bisnis yang demikian ketatnya, dengan risiko-risiko yang terus membayangi, manajemen risiko menjadi pengaman yang mutlak dikuasai bankir. Karena dengan memahami manajamen risiko, minimal seorang bankir mampu mengidentifikasi risiko-risiko yang tengah dihadapi, mampu mengukur sejauh mana dampak dari risiko tersebut dan kemudian mampu memantau serta mengendalikan risiko tersebut.
Subscribe to the RSS feed and have all new posts delivered straight to you.




![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)
Bang Kir emang suka resiko…
yang dibahas itu bankir atau broker Kang ?
makin matap saja tulisannya..lama ndak mampir sini nih, apa kabar?
Bangkir itu abang nya siapa sih? halah …
wah , saya malah tertarik sama fotonya , koleksi di mana ya ?
antik banget
bangkir itu yang mana sih… salam kenal
cuma penasaran aja bankir disini kira-kira pa ya?

pemilik bank, pegawai bank, AO atau teller?
atau seorang yang ngurusin keuangan orang lain?
Foto.. Kalo liat penampakannya kayaknya sih itu foto zaman baheulak bgt, kayak penjaranya Napoleon Bonaparte hahah

)

Kalo tukang bakso kudu taw management resiko juga ya mas…..hehehe…(srius ko’
Kesimpulan…….Bankir….Bagi bankir yang blum paham betul prosedur, peraturan-peraturan yang mengikat secara intern maupun ekstern, Kudu Belajar Lebih Baik dan Menguasai, Memahami Management resiko.. (sok taw amat ya
Bagi yang telah paham prosedur dan peraturan-peraturan, perbanyak dzikir, ibadah, pendekatan diri kepadaNya agar terhidar dari godaan “kemilau duniawi” (kayak pak ustdz aja)
Untuk “Jan barumah di tapi pantai kok takuik diguluang ombak” artinya jangan be bankir kalo takut korupsi…. ehh salah, kalo takut resiko maksudnya
Jd bukan lari dari resiko, melainkan harus di hadapi, menaklukkannya..( lah maksudnya apa ya???) akhhh udah ah… gak slese2 deh nantinya….
hidup itu resiko toh ?
kalo tak mo ambil resiko, suruh aja booking tanah sepetak …itu pun minta kredit…….
hidup saja kita sudah punya resiko. mati. kalau terlalu mempertimbangkan resiko, ya tak bisa hidup. hidup mengalir. pertimbangan resiko dengan nalar dan pengetahuan yang luas agaknya merupakan peran akal. menurut aliran pemikiran rasionalisme, semuanya adalah rasio. tetapi sebenarnya ada juga peran penuh misteri kekuatan hukum alam. cuma, menggali pengetahuan hukum alam butuh kearifan dalam membaca zaman. ini sebenarnya dilakukan oleh siapa saja, dengan mengasah naluri dan insting terhadap masa depan.
kalau takut ama resiko kapan majunya
Apa lagi setelah kenaikan BBM, Resiko dapur semakin rumit.
permisi nyari postingan terbaru
misi
Wah… image contentnya serem banget. Kaya Bang Kir yang lagi Bang Krut.
Salam knal.
mau tanya sekaliyan nih pak bangkir
katanya sekarang aturan di perbangkirannya, setiap kolateral yang berupa aktiva tetab kudu diappraisal scr periyodik yah? benarkah? dan kalok benar, setiyab brapa tahunkah?
trus katanya kolateral itu kudu diasuransikan juga yaak?
maab… banyak tanyaaa.. komen nggak..
maangaab..skali lagi… males login, jd pinjem id istri
Dalam dunia bisnis dikenal dengan istilah .. high risk, high return .. jadi kalo risiko nya tinggi, sepanjang hasil yang diperoleh juga tinggi .. biasanya tetap dijalankan. Masalahnya, kadang kala .. jeblok juga.
Btw .. kaya’nya bener tuh .. bankir itu singkatan dari abang tukang parkir ya?