Dunia perbankan kembali diguncang dengan kejadian raibnya dana nasabah melalui pembobolan ATM yang disinyalir dilakukan oleh sindikat pembobol ATM yang terjadi dalam rentang waktu 16-19 Januari 2010 lalu. Menurut Bank Indonesia, sampai saat ini telah terjadi pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII dengan lokasi kejadian di Bali dan Jakarta dengan potensi kerugian yang diperkirakan bisa mencapai angka Rp 4,1 M.
Hal ini merupakan suatu contoh kejadian risiko operasional yang disebabkan oleh kejahatan secara eksternal (Eksternal Fraud) yang jika tidak diantisipasi secara dini akan berdampak pada munculnya risiko lainnya, seperti risiko reputasi (pemberitaan negatif terkait operasional Bank) dan pada akhirnya berujung pada munculnya risiko likuiditas karena nasabah bank yang merasa dananya tidak aman lagi akan melakukan penarikan dana secara besar-besaran. Tentunya jika hal ini terjadi, tidak hanya akan mengganggu likuiditas bank itu sendiri tapi juga akan dapat membawa implikasi terhadap perekonomian secara menyeluruh atau berpotensi berdampak sistemik.
Tentunya hal seperti ini sangat tidak diharapkan baik oleh pihak bank, nasabah maupun pemerintah. Perlu segera dilakukan langkah-langkah mitigasi, minimal untuk menekan secara dini peluang-peluang munculnya indikasi keresahan yang berujung pada penarikan dana besar-besaran.
Sangat menarik menyimak langkah-langkah yang dilakukan bank yang terkena dampak dari kejahatan pembobolan ATM ini. Hampir seluruh Bank yang menjadi korban melakukan counter pemberitaan terkait kejadian yang merugikan nasabahnya. Hal ini bertujuan untuk meredam keresahan nasabah yang tentunya merasa tidak aman dengan dana yang mereka miliki. Dengan harapan agar nasabah tidak menarik dana secara serta merta dari Bank mereka.
Selain bertindak untuk memitigasi/mengurangi keresahan para nasabah, bank-bank korban juga melakukan investigasi langsung terhadap modus pembobolan ini. Tentunya dengan mengetahui bagaimana modus kejahatan berlangsung, dapat dicarikan solusi agar hal ini tidak terjadi lagi, misalnya dengan melakukan pemutakhiran teknologi ATM dengan metoda anti skimming, pemasangan kamera CCTV bagi ATM yang belum memiliki, dan ada juga Bank yang melakukan sweeping mesin-mesin ATM dari indikasi pemasangan teknologi pembobolan ATM Bank. Tindakan mitigasi ini tentunya tidak hanya dilakukan disaat baru ada kejadian, karena pencegahan yang seperti ini merupakan suatu tindakan yang reaktif bukan suatu hal yang dinilai responsif.
Disisi lain, walaupun Bank Indonesia telah mengintruksikan Bank agar mengganti setiap kerugian nasabahnya yang menjadi korban, kita sebagai nasabah juga harus lebih jeli dan berhati-hati dalam melakukan transaksi baik Via ATM atau media lainnya. Jeli dalam memilih Bank untuk bertransaksi, rutin mengganti PIN, menutup angka saat memasukkan nomor PIN atau dengan memasukkan kembali kartu ATM ke mesinnya seusai melakukan transaksi dan memasukkan nomor PIN lain yang salah untuk mengecoh dan kemudian membatalkan proses tersebut dengan harapan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pembobolan ATM kita.
Kejadian pembobolan ATM di Indonesia merupakan kejadian yang sering kali terjadi, tentunya dengan modus dan teknik yang selalu berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Untuk itu sudah saatnya hal ini menjadi perhatian dan prioritas utama. Bank dituntut untuk segera melakukan kajian ulang terhadap teknologi yang mereka gunakan, salah satunya dengan mengimplementasikan penggunaan kartu debet atau kredit yang berbasiskan chip. Walau hal ini membutuhkan investasi yang cukup besar namun perlu dipertimbangkan. Selain itu Bank juga harus secara rutin melakukan pemantauan terhadap mesin-mesin ATM yang mereka gunakan dan memastikan bahwa keamanan seluruh mesin ATM telah terstandarisasi.





![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)

Saya kemarin malam lihat di TV-One (atau Metro ya??), katanya ada alat pengganda kartu ATM ilegal yang ditempelkan pada mesin ATM-nya oleh para sindikat. Pertanyaannya, lah kok bisa sih, peralatan yang nggak kecil2 amat seperti itu bisa aman bertengger di mesin ATM. Apa itu mesin ATM nggak pernah dicek?? Kalau spycam nggak ketahuan sih masih bisa dimaklumi, lha ini mesin penggandanya kok bisa nggak ketahuan??
kyknya keamanan lebih terjamin jaman dulu yang taruh uang di bawah bantal, huehehehehe
saya baru lihat siara berita di TV tadi sore, mas. wah, punya simpanan lewat atm pun sudah mulai tak nyaman, nih. heran saya, kok ya ada2 saja yang jual alat pembobolnya. harganya murah lagi, cuman 1,5 jt. doh!
haha…
untung saya bukan termasuk orang yang tabungannya milyaran…
jadi ga begitu was was…
waduh,, sikap BI gimana? jangan2 kasus pembobolan ATM bisa menyimpulkan Bank BCA adalah “Bank Gagal yang berdampak Sistemik”…. hehehe
Saya juga was-was mengingat banyak tabungan di bank. Kalau sudah begini jadi ingat nasihat suami saya, “makanya duit jangan ditabung banyak2 di bank…. dijadikan modal aja atau investasi…”
Huh. Mudah2an gak ada lagi korban deh.
Kok hebat ya si pelaku itu..
Gw salut ama kehebatan teknologinya..
Ini menunjukkan bahwa sisi teknologi security ATM milik bank terbilang kurang bagus n tidak diupgrade ke yg lebih canggih.
pertanyaannya, apakah mesin ATM nya yang harus diupgrade atau malah diganti..
atau kartu ATM nya yang harus diganti??
Atau dua-duanya harus diganti??? wah bank bisa gulung tikar negh
Anakku suka ketawa, soalnya saya kalau ambil ATM mesti di depan kantor Bank ybs..alasannya kalau ada masalah mudah lapornya dan segera terdeteksi.
Bagaimanapun amannya sebuah teknologi, selalu ada risiko…dan ini termasuk risiko operasional.
Saya sendiri, jumlah uang di tabungan yang ada ATM nya terbatas…hanya untuk operasional sehari-hari.Toh ada kartu kredit yang juga selalu dibayar lunas sebelum jatuh tempo tagihan. Cadangan yang agak lumayan di dalam tabungan yang tanpa ATM.
Semakin canggih teknologi, penjahatnyapun semakin canggih…
Perlu kewaspadaan lebih nih kayaknya
Iya neh bro…
Jadi makin gak aman aja nih. Kalo dah gini, mo nyimpen uang dimana ya?
Mudah-2an ke depan semua lebih baek bro…
sebenarnya yang selalu jadi pertanyaan bagi saya adalah apakah tidak ada kamera di mesin atm untuk identifikasi pemakai atm?
di beberapa negara, hal ini sudah dilakukan, jadi si pengguna atm atau orang asing tidak akan mampu/sempat bbuat apapun yang dipakai buat duplikat.
dan lagi tidak akan ada lagi yang namanya maling atm, (saking gilanya mesin atm pun terkadang digotong)
.-= liudin´s last blog ..Mengungkap Semua Misteri Astrologi Dalam Kehidupan =-.
yang punya uang banyak di bank ketar ketir jadinya, semoga kejahatan dengan modus seperti ini cepet terbongkar dan pelaku di hukum berat.
tu maling kebangetan banget ya
hehehe.. kalau di sini sudah pakai CCTV, pakai anti skimming, pakai palm reader, tapi yang paling sadis adalah mendongkrak ATM pakai truk dan bawa pergi se ATM ATM nya hahahaha. Kayaknya sih itu pelakunya orang LN.
Nah yang juga lagi marak adalah MO dengan menipu orang tua dgn mengaku anaknya sakit dsb. http://imelda.coutrier.com/2009/08/29/penipuan-oreore/