• RSS
  • Facebook
  • Twitter
05
March
Comments

Didalam pidato tahunan perbankan Gubernur Bank Indonesia akhir Januari lalu, dimana bangsa-bangsa di Dunia tengah berhadapan langsung dengan krisis global keuangan yang hingga saat ini masih belum menampakkan tanda-tanda akan mereda, Gubernur BI menekankan pentingnya bagi perbankan nasional untuk kembali ke khittahnya, “back to basics” sebuah ajakan yang disampaikan kepada semua lembaga keuangan, terutama perbankan di Indonesia. Himbauan Gubernur BI tersebut dilandasi oleh kenyataan bahwa krisis yang tengah dihadapi sekarang ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perkembangan sektor keuangan yang lepas dari akarnya, yaitu kegiatan ekonomi riil.

Himbauan serupa juga pernah dilakukan di Amerika, negara dimana krisis yang terjadi sekarang ini berawal. Frederick Holmes, seorang Professor of medicine emeritus dari University of Kansas menulis dalam surat pembaca yang dimuat dalam majalah The Economist edisi 14-20 Februari 2009. Dalam suratnya, ia menyatakan kepuasannya karena selama 40 tahun telah menjadi nasabah dari suatu bank lokal di Kansas City, AS yang beroperasi secara konservatif. Ia menulis, ”Despite the death knell sounded throughout the media, most people and most banks did not encumber themselves with mountains of unsecured debt. In the conservative heartland of America we have avoided the razzle-dazzle of “sophistication” and computer-modelling” when managing our finance”. Sementara itu, di pihak lain CEO bank tersebut berusaha menenangkan para nasabahnya yang khawatir terhadap kondisi bank dalam krisis keuangan saat ini dengan membuat pernyataan: ”when the siren song of the subprime-mortgage market came along, we took the long view and turned a deaf ear.”

Pernyataan ini dimungkinkan karena bank tersebut tidak memiliki subprime mortgages yang membahayakan kondisi bank. Terbukti, praktek konservatif yang dijalankan oleh bank tersebut telah menyelamatkannya dari dampak krisis keuangan yang begitu hebat. Semoga krisis yang melanda dunia ini membawa suatu pembelajaran yang sangat berarti bagi semua pihak, bahwa ketamakanlah yang akan menghancurkan diri.

Sejarah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan mendorong finansialisasi, tetapi ketika finansialisasi sampai pada puncaknya dimana peran sektor finansial menjadi lebih dominan dari sektor riil, maka perkembangan berikutnya adalah kehancuran ekonomi. Entahlah,… semoga hanya prediksi.

Sumber : Bank Indonesia

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

8 Responses so far.

  1. travellous says:

    Wow ulasan nya menarik dengan komparisasi situasi atau contoh kasus keuangan negara lain, wajarlah dari seorang praktisi perbankan :p

    saya sih tinggal nunggu aja kamu jadi gubernur BI atau MENKEU sekalian kelak, jadi ntar aku bisa ikut bangga Bro. Hehehe!

  2. bang…………….
    baa kabanyo.hehe……………
    q sering ke tempat abang tapi abang sedang sibyuk heheheheh……..
    besok pas ada arisan kan ceritanya yg dapat jeunglala
    nah behubung dia dari kelas soscialitynya jakarta maka ia nyewa cafe di kenang…..
    nah abang tiba tiba hadir dech………tunggu kisahnya ya bang
    dan jangan lupadatang di ezedot milik aku juga bang heheh….
    salam hangat selalu

  3. lah blue comandnya mana…………….kena spam dech hehe………..
    nanti saja yg penting senang banget blue kedatangan abang lagi

  4. Rindu says:

    ngomongin bank, jadi inget thesis tentang bank syariah yang kian booming :)

    bantuin dong …

  5. max says:

    kapan nih bank saku lepas dari resesi yak… (thinking)

  6. Yari NK says:

    Mungkin juga begitu ya pak. Seharusnya sektor finansial adalah sebagai roda penggerak perekonomian sektor riil. Jikalau perekonomian sektor riilnya menjadi sangat dominan dan melebihi kapasitas permintaan financing di sektor riil ya tentu secara mekanisme ‘alamiah’ maka perekonomian tersebut akan hancur dan ‘menciut’, kira2 begitu ya pak??

  7. unai says:

    hmm baca bolak balik, manggut manggut tapi gak tau mau komen apa :)

  8. ketamakanlah yang menghancurkan diri … dalam dan bermakna

Leave a Reply


CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Komunitas

  • Palanta
  • Hosting dan Domain Termurah
  • Jalan-jalan Gratis
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.