KESIBUKAN YANG MENJADI ALASAN
by avartara on Jun.23, 2009, under Menulislah, Motivasi Diri
Satu bulan lebih lamanya blog ini ga diisi. Masih dengan alasan klasik yang terus dihadirkan untuk menghibur diri. Memang alasan-alasan itu yang membentengi dan membenarkan segala bentuk kemalasan hingga tak ada satupun ide yang mampu dituliskan. Pekerjaan dan tugas-tugas kampus selalu menjadi kambing hitam. Walau ga seperti kambing jantan yang hitam, tapi dengan alasan itulah otak dan tangan ga mampu bersinergi menghasilkan 1 tulisan. Ah alasan………….
Banyak ide yang dibiarkan mengambang di angan, bahkan tak jarang teman-teman memberikan masukan untuk idenya dituliskan, tapi tetap juga masih diangan. Kenapa akhir-akhir ini menulisi blog menjadi beban? Bahkan untuk memikirkannya pun enggan? Apakah ini pertanda suatu kebosanan atau tingkat kepuasanlah yang semakin berkurang seperti konsep the law of deminishing return-nya dalam ilmu ekonomi.
Antara Loyalitas, Gaji dan Bonus
by avartara on May.08, 2009, under Manajemen Risiko, Risiko Operasional
Penyebab Utama seorang karyawan tidak loyal terhadap perusahaannya adalah karena ketidak puasan (Robbins, 1993)
Loyalitas karyawan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan suatu perusahaan. Selain sebagai mesin pendorong produktivitas, loyalitas juga dapat meningkatkan semangat dan komitmen karyawan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaannya. Dan tentunya untuk menciptakan suatu loyalitas tertinggi bukan merupakan hal yang gampang karena loyalitas tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar seseorang karyawan dibayar atau keuntungan apa saja yang akan diperolehnya. Memang benar gaji yang memadai diperlukan, tapi bukan itu satu-satunya alasan seseorang untuk bekerja.
Beberapa tahun terakhir ini, menurut Watson Wyatt, suatu perusahaan global consulting yang fokus pada human capital and financial management, perbankan tercatat sebagai industri dengan tingkat turn-over karyawan tertinggi yang hampir mencapai angka 13%. Hal ini selain disebabkan karena semakin maraknya bajak membajak karyawan, juga disebabkan oleh semakin banyaknya bank yang menerapkan strategi insentif dan bonus tinggi bagi karyawan yang benar-benar dinilai berprestasi.
Kisah Sebatang Bambu
by avartara on Apr.21, 2009, under Kisah-Kasih, Motivasi Diri
Seorang teman pernah mengirimkan e-mail ini kepada saya. Suatu kisah yang layak menjadi perenungan, khususnya bagi saya. Kisah yang fiktif namun penuh pesan agar kita dapat selalu ikhlas dan tawakkal dalam menjalani hidup. So….. mari kita nikmati bersama.
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Waspadai Pemicu Internal fraud
by avartara on Mar.31, 2009, under Risiko Operasional
Never think that still water doesn’t have crocodiles, never take for granted a peaceful outlook since danger may lurk beneath.
Didalam kaca mata risiko, pepatah diatas menggambarkan bahwa suatu aktivitas yang sangat kondusif, tenang dan tidak ada terlihat suatu gejolak atau permasalahan jangan dikira bahwa risiko atas aktivitas tersebut tidak ada, karena dalam setiap aktivitas, potensi risiko tetap ada dan sewaktu-waktu bisa meledak.
Contohnya adalah keruntuhan Daiwa Bank Cabang New York (November 1995) yang hanya disebabkan oleh salah seorang pejabatnya yang bernama Toshihide Iguchi. Toshihide Iguchi merupakan Penanggung Jawab Divisi Trading yang juga mengepalai bagian back office. Selama kurun waktu 11 tahun masa kepemimpinannya (1984-1995), Toshihide Iguchi melakukan 30.000 kali transaksi ilegal dengan total kerugian sekitar USD 1,1 M yang tercatat sebagai salah satu kerugian terbesar dalam sejarah keuangan dunia. Dan kecurangan (fraud) ini baru diketahui setelah Toshihide Iguchi mengakui perbuatannya sendiri pada tanggal 13 Juli 1995.
Kebenaran Yang Sederhana
by avartara on Mar.25, 2009, under Alam Takambang Jadi Guru, celoteh jiwa
Dalam sebuah tulisannya, Anand Khrisna pernah menyampaikan bahwa “kebenaran itu sederhana”, dimana tidak dibutuhkan suatu kecerdasan yang tinggi untuk merasakannya. Namun saat ini kebenaran itu menjadi sulit adanya, disaat banyaknya pihak yang meracuni kebenaran dengan kata-kata termasuk dengan hukum dan pasal-pasal.
Lihat saja gambaran jalan-jalan kota kita saat ini, terpampang ratusan foto, spanduk, poster dan atribut lainnya dan jika anda memiliki waktu, perhatikanlah sejenak permainan kata-kata dari setiap pajangan tersebut, hampir seluruhnya menyatakan dirinya lah yang benar.
“Back to Basics”, Respon Terbaik Perbankan Terhadap Krisis
by avartara on Mar.05, 2009, under Manajemen Risiko, Risiko Operasional
Didalam pidato tahunan perbankan Gubernur Bank Indonesia akhir Januari lalu, dimana bangsa-bangsa di Dunia tengah berhadapan langsung dengan krisis global keuangan yang hingga saat ini masih belum menampakkan tanda-tanda akan mereda, Gubernur BI menekankan pentingnya bagi perbankan nasional untuk kembali ke khittahnya, “back to basics” sebuah ajakan yang disampaikan kepada semua lembaga keuangan, terutama perbankan di Indonesia. Himbauan Gubernur BI tersebut dilandasi oleh kenyataan bahwa krisis yang tengah dihadapi sekarang ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perkembangan sektor keuangan yang lepas dari akarnya, yaitu kegiatan ekonomi riil.
Tertawa Seakan Gila
by avartara on Jan.06, 2009, under celoteh jiwa
Tertawa, begitu mudahnya diucapkan, namun begitu sulitnya dilakukan. Apalagi ditengah himpitan kesibukan pekerjaan, macetnya perjalanan, susahnya kehidupan dan permasalahan kepribadian lainnya. Mungkin itu pula alasan mulai bermunculannya klub-klub tertawa bagi mereka yang memang tak sempat dan sulit untuk tertawa.
Namun hal ini tidak berlaku bagi si-bapak yang tidak sengaja saya jumpai, berwajah brewokan, ber-penampilan acak-acakan, telanjang dada dan rambut ala bob marley ini, dia selalu tertawa, kadang tersenyum dan tertawa lagi, bahkan mungkin non-stop selama 24 jam. Ya dialah orang gila yang sempat menyita perhatian saya ketika pulang kerja sore tadi.


![avartara[dot]com](http://feeds.feedburner.com/avartara/ozDP.1.gif)






